Bupati Klungkung Nyoman Suwirta geram tim pengembangan garam Kusamba bekerja tidak optimal
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Semarapura, balipuspanews.com- Tersendatnya program pengembangan garam Kusamba, Klungkung akibat sejumlah permasalahan yang jalan ditempat membuat berang bupati Klungkung Nyoman Suwirta.

Bupati yang kembali  terpilihdalam Pilkada Klungkung  itu  langsung mengumpulkan Tim  Pokja Pengembangan Garam  Kusamba yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP), Baperitbang, Dinas Koperasi dan Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan serta OPD terkait lainnya untuk mendengarkan kendala masing masing Pokja di ruang rapat kantor Bupati Klungkung Rabu (11/7/2018).

“ Semua persoalan dilapangan sebenarnya mudah dan bisa diselesaikan jika semua anggota TIM Pokja mau bekerja dan berinovasi dalam meyelesaikan masalah serta tetap aktif berkomunikasi dengan saya. Seharusnya ketika saya cuti Pilkada, tim tetap bekerja dan berkomunikasi dengan saya ketika terjadi masalah,” ujar Bupati Suwirta dengan nada kecewa bercampur geram.

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi, Disdik Gianyar Gelar Lomba Keberaksaraan

Dalam pemaparannya Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Wayan Durma mengakui sejumlah permasalahan ditemuinya dalam melaksakan program ini. Diantaranya bantuan mesin pompa pada tahun 2017 yang berjumlah 17 unit hanya terpasang 7 unit. Sisanya sebanyak 10 unit belum terpasang akibat kondisi laut yang tidak surut serta lahan pantai yang berkurang akibat terkena abrasi.

Sementara itu Kadis Tenaga Kerja dan Perindustrian Gede Kesumajaya mengaku pihaknya masih mengalami kendala dalam mengeringkan serta membuat garam lebih halus. Untuk itu dirinya sudah menganggarkan pengadaan mesin pengering (dryer)  dan mesin pencacah yang sudah dianggarkan di APBD Perubahan tahun 2018.

“ Untuk pengadaan mesin pencacah dan pengering  akan kami upayakan pengadaannya APBD Perubahan tahun 2018,” kata Kesumajaya

Mendapat pemaparan diatas, Bupati Suwirta perintahkan Kadis KPP untuk segera menggelar sosialisasi Program Pengembangan Garam Kusamba dengan mengundang warga dua Desa yakni Pesinggahan dan Kusamba. Serta melibatkan pihak Kantor Pertanahan untuk mengetahui keberadaan lahan milik pemerintah disekitar lokasi penggaraman untuk dimohonkan menjadi lahan penggaraman.

Kepada Dinas Kesehatan, Bupati Suwirta perintahkan untuk melakukan penelitian terhadap garam beryodium Kusamba, apakah lolos uji kesehatan dan layak untuk dipasarkan. Serta mengawasi kandungan yodium pada garam sudah sesuai standar yang ditentukan.

Kepada Dinas Koperasi dan Perdagangan ,Bupati Suwirta perintahkan untuk menghitung kebutuhan pasar terhadap garam, serta konsumsi garam oleh PNS seperti pada distribusi beras lokal selama ini. Selanjutnya kedepan Pemda Klungkung akan mewajibkan semua toko modern menjual produk Klungkung seperti garam kusamba dan beras lokal.

“ Selama ini toko modern belum maksimal berpartisipasi menjual produk lokal Klungkung. Padahal produk lokal kita kualitasnya tidak kalah dengan produk luar, nanti saya akan siapkan lebih dulu perangkat hukumnya,” beber Bupati Suwirta tegas. (Roni/Sur)

Tinggalkan Komentar...