Bupati Tak Masalahkan Tawur Agung Kesanga 2021 di Buleleng Dipuput Sarwa Sadhaka

Situasi paruman Sulinggih se-Kabupaten Buleleng, di Puri Sasana Budaya, Jumat (22/01/2021)
Situasi paruman Sulinggih se-Kabupaten Buleleng, di Puri Sasana Budaya, Jumat (22/01/2021)

BULELENG, balipuspanews.com – Upacara tawur agung kesanga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai siapkan dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19.

Tawur Agung Kesanga jatuh pada Tilem Kesanga, Saniscara Pon Wuku Gumbreg (13/03/2021) mendatang. Namun pelaksanaan kali ini akan digelar bersama warga masyarakat Buleleng di Catus Pata, tepat di depan Puri Sasana Budaya Singaraja.

Tawur Agung Kesanga (upacara penyucian) tidak lain untuk menyambut perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943 tahun 2021 di Kabupaten Buleleng, yang rencananya akan dipuput (dipimpin) oleh Sarwa Sadhaka.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara saat ditemui usai memimpin paruman (rapat) Sulinggih (pendeta) se-Kabupaten Buleleng, di Puri Sasana Budaya, Jumat (22/01/2021) menjelaskan, berdasarkan hasil rapat dengan para sulinggih, pelaksanaan Upacara Tawur Agung Kesanga tahun 2021 akan dipuput oleh Sarwa Sadhaka. Tetap berpedoman pada Tri Sadhaka.

“Lebih banyak yang muput kan lebih bagus. Ini juga untuk keajegan Kabupaten Buleleng. Selain itu juga ini semua untuk keselamatan kita semua,” jelasnya.

Tentu kesepahaman ini sebenarnya bermuara dari Surat Edaran (SE) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali. Dimana, dalam pembahasan bersama antara prajuru (pengurus) adat dengan Pemkab Buleleng yang melibatkan berbagai unsur, sudah mencapai kesepahaman.

Dalam beberapa pertemuan, pelaksanaan Tawur Kesanga tingkat Kabupaten ini akhirnya menuai respon yang baik. Tentang lokasi, pelaksanaan prosesi dan lainnya.

“Intinya sudah ada kesepahaman, Tawur agung Kesanga tetap dilaksanakan di Catus Pata depan Puri Sasana Budaya Singaraja sesuai dengan pelaksanaanya dua tahun lalu. Tetap menjalankan fungsi Tri Sadhaka. Namun, dilaksanakan oleh Sarwa Sadhaka,” ujarnya.

Tidak hanya itu Ia mengatakan penggunaan Sarwa Sadhaka ini untuk saling menghormati dan mengakomodasi. Mengenai posisi tempat pemujaan (pemiosan) akan diatur oleh PHDI Buleleng sebagai pelaksana Tawur Agung Kesanga.

“Tawur Agung Kesanga yang dilaksanakan tetap sebagaimana sebelumnya. Yakni Tawur Manca Kelud dengan pembiayaan dari anggaran daerah, dan tempat para Sulinggih muput upacara disamaratakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat memimpin rapat dengan PHDI, Disbud, dan Bagian Kesra mengungkapkan, siapapun yang akan muput pada saat pelaksanaan Tawur Agung Kesanga, pihaknya tidak mempermasalahakan itu. Tri Sadhaka maupun Sarwa Sadhaka sama saja.

“Toh juga tujuan dari persembahyangan itu sama yakni meminta keselamatan maupun kerahayuan dari yang maha kuasa,” ungkapnya.

Dirinya tidak memungkiri bahwa pada saat pelaksanaan Tawur Agung Kesanga yang akan dipuput Sarwa Sadhaka lebih kompleks. Ini dikarenakan akan dipuput mulai lima sampai sembilan Sadhaka. Ataupun seluruh klan (soroh) yang ada di Kabupaten Buleleng.

“Saya tidak mempermasalahkan itu. Ini juga merupakan permohonan dari masyarakat Buleleng. Pada intinya semakin banyak yang muput ini kan semakin baik,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan