Kamis, Juni 20, 2024
BerandaBadungBuruh Proyek Diduga Serang Desa Cemagi, Warga Memukul Kulkul Bulus dan Amankan...

Buruh Proyek Diduga Serang Desa Cemagi, Warga Memukul Kulkul Bulus dan Amankan 7 Pria

MANGUPURA, balipuspanews.com – Viral di media sosial (medsos), sekelompok buruh proyek diduga akan menyerang Banjar Batan Tanjung Desa Cemagi, Mengwi, Badung pada Rabu (17/1/2024) dini hari. Namun aksi mereka gagal total, setelah dihadang oleh warga setempat dan memukul kulkul bulus (tanda bahaya). Tujuh orang berhasil diamankan dan beberapa diantaranya sempat diamuk massa.

Peristiwa dugaan penyerangan ini merupakan buntut dari perkelahian antara seorang pemuda asal Banjar Batan Tanjung berinisial IGNA,20, dengan seorang buruh proyek berinisial ORB,22, pada Selasa (16/1/2024) malam. Namun, pertikaian itu berhasil didamaikan.

Hanya saja, rekan-rekan ORB yakni buruh proyek asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tidak terima. Mereka datang hendak menuntut balas.

Sementara IGNA meminta bantuan teman-teman yang berada di Banjar Batan Tanjung dan mengatakan dirinya dikeroyok.

“Kebetulan ada warga atau pemuda disana sedang membuat ogoh-ogoh di Banjar Batan Tanjung tersebut,” ungkap sumber.

Melihat IGNA memanggil teman-temannya, ORB lantas mengeluarkan parang yang sebelumnya diselipkan di motor. Melihat ORB membawa parang, warga menduga akan ada penyerangan. Warga pun lantas memukul kulkul bulus di banjar.

BACA :  KPU Karangasem Nyatakan Berkas Dukungan Calon Perseorangan Lolos Verifikasi Administrasi

Mendengar bunyi tanda bahaya, warga berbondong-bondong keluar dan mengejar ORB dan kelompoknya. Melihat massa datang, ORB memilih kabur ke arah Munggu menggunakan sepeda motor.

“Tapi setiba di depan sebuah Apotek Banjar Pempatan Munggu, Mengwi, pria itu sudah dihadang warga,” ujar sumber.

Akibatnya, ORB sempat dihakimi massa hingga wajahnya berlumuran darah. Petugas Bhabinkamtibmas setempat bersama warga mengamankan ORB berikut enam orang temannya, berinisial RM,34; SUH,45; ReM,21; AM,22; JG,17; dan MGH,22.

“Polisi lantas membawa tujuh orang dari kelompok buruh proyek ini ke Mapolsek, agar warga tidak melakukan main hakim sendiri,” jelas sumber.

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga mengamankan sepeda motor dan benda diduga parang yang sempat dikeluarkan ORB. Karena ORB menderita luka akibat diamuk massa, ia telah diberi perawatan di RSD Mangusada.

Dihubungi awak media, Kapolsek Mengwi Kompol I Ketut Adnyana membenarkan pihaknya mengamankan tujuh orang buruh proyek. Ia hanya menyebutkan bahwa permasalahan ini karena mengganggu ketertiban umum dengan dugaan membuat keonaran, dan bukan penyerangan.

BACA :  Mudahkan Akses Pemedek, Pemkab Bangun Jalan Terusan Dibawah Pura Rambut Siwi

“Kelompok buruh proyek ini berkumpul dan salah satu satu dari mereka dalam keadaan mabuk. Sehingga memicu keresahan warga dan membuat warga berkerumun,” tegas Kompol Adnyana.

Penulis: Kontributor Denpasar

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular