Calon Dokter Gigi Bangun Komunitas Peduli Kesehatan, Bantu Warga di Pelosok Bali

Ket foto. Komang Ayu Sri Widyasanthi selaku Founder Gerakan Gigi Bali Sehat
Ket foto. Komang Ayu Sri Widyasanthi selaku Founder Gerakan Gigi Bali Sehat

DENPASAR, balipuspanews.com-

Memiliki misi mengedukasi masyarakat khususnya pada anak-anak tentang pentingnya kesehatan, merupakan titik awal langkah mulia dijalani perempuan yang bernama lengkap Komang Ayu Sri Widyasanthi selaku Founder Gerakan Gigi Bali Sehat.

Mahasiswi Kelahiran tahun 1995 yang merupakan jebolan Universitas Udayana (UNUD), jurusan Kedokteran Gigi ini berkolaborasi dengan beberapa komunitas dan Universitas yang ada di Bali untuk bersama mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat khususnya gigi.

Kepada balipuspanews.com, Sabtu (14/11) Ayu nama sapaannya, menuturkan gerakan ini berawal pada tahun 2018 saat dirinya dan teman-temannya melakukan bhakti sosial (Baksos) dengan melakukan kelas kesehatan dan memberikan kegiatan edukasi di Desa Kintamani, Bangli, yang awalnya mengedukasi pola hidup sehat.
“ Ketika itu, saya menanyakan tentang kesehatan gigi, banyak diantara mereka yang angkat tangan dan menjawab 1 sikat gigi untuk sekeluarga, ada yang tidak punyak sikat gigi hanya menggunakan dedaunan untuk menggosok gigi. Ini titik awal untuk mendirikan komunitas yang diberi nama gerakan Gigi Bali Sehat,” paparnya.

Lebih jauh Ayu mengungkapkan, hampir seluruh kabupaten/kota sudah dijelajahi selama dua tahun berdiri gerakan Gigi Bali Sehat (GBS), kecuali kabupaten Jembrana, komunitas sudah memberikan edukasi ke pelosok-pelosok pulau Bali, terkait pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Desa yang pernah kami kunjungi seperti Kntamani, Manukaya Tampak Siring, Desa Amed, Munti Gunung, Pemuteran,” tutur perempuan yang sebentar lagi melakukan pelepasan dan sumpah dokter di Perguruan Tinggi Negeri di Bali ini.

Terbersit dari kemirisan yang terjadi dilapangan, akhirnya timbullah niat untuk mendirikan Gerakan Gigi Bali Sehat yang berawal dari tiga orang, satu orang teman Pande Putu Sutiawan dan satu orang volunteer seorang dokter.

Lambat laun, seiring berjalannya waktu, mengingat misi yang dijalankan berdampak banyak terhadap kesehatan anak baik kesehatan badan, gigi maupun lingkungan sampai sekarang GGBS ini sudah berjumlah 50 orang anggota.

Menariknya lagi, anggota tersebut terdiri dari berbagai kalangan seperti orang pariwisata, manajemen, dokter, dan banyak kalangan lainnya bergabung menjalankan misi sosial ini yang hingga kini melahirkan Bank Gigi Bali Sehat. Di mana Bank ini sebagai wadah untuk para donatur yang peduli terhadap kesehatan anak-anak di Bali dengan memiliki hastage #1sikatgigiberarti.

Adapun kendala yang dihadapi selama berjalan di setiap desa yaitu mengubah pola kebiasaan, dan meyakinkan betapa pentingnya penerapan pola hidup sehat, mulai dari mencuci tangan, rajin memotong kuku maupun membersihkan badan dll.

Kendala lainnya, lanjut Ayu yang juga sebagai calon dokter gigi ini mengungkapkan kondisi lingkungan juga menjadi faktor penerapan pola hidup sehat ini terbaikan selain memang kurangnya edukasi dan keterbatasan air yang mereka mengedepankan kepentingan air untuk konsumsi seperti memasak dan diminum yang lebih dipentingkan.

Nah, selama kelas ini berjalan antusias anak-anak mulai kelihatan dan kedekatan dengan para dokter juga semakin mulai berani beradaptasi untuk menanyakan informasi terkait kesehatan gigi maupun kesehatan secara umum.

Pihaknya berharap, semoga semakin banyak orang maupun tenaga kesehatan yang peduli untuk membantu dalam mengentaskan masyarakat di pelosok untuk diberikan edukasi maupun sarana kesehatan, demi menciptakan generasi anak bangsa yang sehat.

“Bangsa ini kuat karena generasi yang sehat, generasi yang sehat merupakan kebutuhan kita semua yang butuh dukungan dan partusipasi bersama,” pungkas perempuan asal ujung timur Pulau Bali tepatnya di Desa Munti Gunung, Karangasem ini.

Ayu merasa bersyukur dapat hadir dalam bincang Talk yang diinisiasi oleh Astra Bali, di mana dalam kesempatan tersebut dirinya dapat berjumpa dengan seseorang yang memiliki ide-ide brilian yang memiliki tujuan sama namun beda segmen saja yang ide-idenya sudah go Nasional.

Selain itu, ia mengaku berterimakasih kepada Astra sudah memberikan kesempatan hadir sebagai penerima Apresiasi Tingkat Provinsi 11 tahun SATU Indonesia Award kategori Kesehatan, untuk memaparkan kegiatan gerakan GBS ini dan bertemu dengan awak media sehingga besar harapan banyak masyarakat tahu dan terketuk untuk berdonasi atau membantu kepada sahabat atau saudara yang berada di pelosok pulau Bali.

PENULIS : Nengah Budiarta

EDITOR : Oka