Selasa, Oktober 20, 2020
Beranda Nasional Jakarta Calon Pengantin Perlu Di Edukasi ASI Cegah  Stunting

Calon Pengantin Perlu Di Edukasi ASI Cegah  Stunting

JAKARTA, balipuspanews.com – Wakil Presiden (Wapres) K. H. Maruf Amin mengatakan bahwa pemberian ASI selama enam bulan pertama adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Ketika gizi anak dapat dipenuhi, maka pertumbuhannya akan optimal. Ketika pertumbuhannya optimal, maka kita akan mempunyai generasi yang sehat, cerdas, dan produktif yang akan membawa Indonesia menjadi negara maju di masa yang akan datang,” kata Wakil Presiden (Wapres) K. H. Maruf Amin saat webinar dalam Pekan ASI Sedunia dengan tema Dukungan Pemberian ASI untuk Bumi yang Lebih Sehat yang diselenggarakan oleh Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) – Sekretraiat Wakil Presiden di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat.

Wapres mengatakan masih lebih dari setengah anak-anak di Indonesia tidak memperoleh haknya untuk mendapatkan ASI eksklusif.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita bersama untuk terus mendorong dan mendukung ibu-ibu dapat memberikan ASI selama enam bulan pertama dan dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan setiap tahunnya, hampir sebanyak 2 juta pasangan menikah dan 80 persen hamil di tahun pertama yaitu sekitar 1,6 juta ibu hamil.

“Jika kita ingin mencegah stunting, pasangan usia subur baru yang jumlahnya banyak ini adalah sasaran yang tepat untuk menurunkan angka stunting karena hampir sebagain besar pasangan usia subur belum paham cara menyusui yang benar,” kata Hasto.

Disampaikannya, dukungan terhadap ibu menyusui sangat di butuhkan saat ini, data Riset Kesehatan Dasar 2018 menyebut capaian inisiasi menyusui dini sebesar 58,2%. Sementara itu, berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, diketahui bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif baru mencapai 52%.

Hasto menyebut terdapat tiga hal yang penting sebagai bentuk dukungan dari lingkungan sekitar terkait ibu menyusui. Yang pertama adalah breast feeding untuk ASI, kemudian spacing (jarak antara melahirkan yang sekarang dengan yang akan datang) dan terakhir stunting.

“Calon pengantin lah yang paling pas untuk kita edukasi, karena dari mereka lah akan lahir bayi bayi yang sehat dan berkualitas,” tutur Hasto.

Lebih lanjut Hasto menyampaikan BKKBN menangkap peluang dengan melaunching laman Siap Nikah di tahun 2020 dan mempersiapkan program Siap Nikah Paham Stunting di tahun 2021. Harapannya ini bisa menjadi program yang tepat dalam mempersiapkan generasi yang berkualitas.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Copyright | About Us
Member of