Rabu, April 17, 2024
BerandaJembranaCari Bambu Penjor, Warga Tegalcangkring Temukan Klian Adat Tergeletak di Kebun

Cari Bambu Penjor, Warga Tegalcangkring Temukan Klian Adat Tergeletak di Kebun

JEMBRANA, balipuspanews.com– I Made LA, 65, Minggu (24/2/2024) urung mencari bambu untik membuat penjor. Warga kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana itu, dikagetkan oleh seseorang yang tergeletak di kebun.

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Putu
Suarmadi menyampaikan, sekitar pukul 10.00 WITA, LA pergi ke lebun milik I Ketut AU untuk mencari bambu bahan penjor.

Sampai di kebun, AU kaget melihat ada ada sosok orang laki-laki dengan posisi tidur telungkup. Karena LA tidak berani mendekati sosok itu kemudian dia mencari I Made W,57, warga Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo yang sedang ada dikandang ayam disebelah utara dari berjarak kurang lebih 100 meter, dari lokasi orang tergeletak itu.

LlA lalu menceritakan kejadian tersebut bahwa dikebun milik AU ada seorang dalam keadaan sedang tidur telungkup.

“Keduanya lalu mengecek ke kebun, dan ada seorang yang sedang tidur dalam posisi telungkup dengan posisi kepala menghadap tenggara, kaki menghadap timur laut, tangan kiri dan tangan kanan menekup,” ungkapnya.

Dengan adanya peristiwa tersebut W lalu memberitahukan kepada Kelian tempek , yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Tegalcangkring yang diteruskan ke Polsek Mendoyo.

BACA :  Miliki Excavator Baru, DLHP Klungkung Optimis Penanganan Sampah di TPA Sente Bisa Optimal

Anggota Polsek Mendoyo bersama tim Inafis Polres Jembrana dan petugas medis lalu dstang ke TKP. Setelah diperiksa orang tergeletak itu, IGW,68, salah satu kelian adat di Mendoyo.
Dasil pemeriksaan oleh tim Medis Puskesmas I Mendoyo tidak ditemukan tanda kekerasan pada korban.

Dari pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban dan menerima dengan ikhlas kematian korban.

“Penyebab kematian pada korban diduga karena minum racun serangga sesuai analisa dari dokter puskesmas I Mendoyo,”ungkapnya.

Di TKP juga ditemukan botol air mineral tanggung yang berisi cairan racun serangga dan surat wasiat dari korban yang ditujukan kepada kakak korban, anak korban dan Jero mangku.

Dalam suratnya korban berharap keluarga tidak bersedih dan mengikhlaskan kepergiannya. Korban juga menulis kalau sering dicari oleh istrinya yang sudah meninggal setahun lalu untuk ikut pergi.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular