Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Editor's Picks Cari Rongsokan, Temukan Korban Tenggelam

Cari Rongsokan, Temukan Korban Tenggelam

NEGARA,balipuspanews.com- Setelah pencarian yang dilakukan oleh tim Sar gabungan selama 7 hari tidak berhasil menemukan I Ketut Sukarada (18) akhirnya Rabu (22/9/2020) nelayan yang hilang pada Jumat (12/9/2020) itu terdampar di pantai.

Mayat warga desa Perancak, kecamatan Jembrana, itu ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari rongsokan. Sekitar pukul 05.30 I Wayan Wara (70) menyisir pantai untuk mencari rongsokan. Saat mencari rongsokan di pantai perbtasan Perancak dan Air Kuning, warga banjar Lemodang, Perancak itu mihat sosok mayat terdampar di bibir pantai.curiga kalau mayat itu adalah korban yang hilang karena jukung yang digunakan memancing terbalik ditabrak perahu selerek, Wara lalu menyampaikan kepada Nyoman Sukarta. Lalu Sukarta menghubungi keluarga korban, untuk melakukan pengecekan.

“Ternyata mayat itu memang I Kadek Sukarada korban tenggelam pada Ju.at lalu,” ujar Kasat Polair Polres Jembrana Iptu H Edy Waluyo. Setelah diidentifikasi, jenasah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka.

Sebelumnya korban melaut pada Jumat lalu itu bersama seorang temanya. Lalu jukung yang mereka gunakan tiba-tiba ditabrak perahu selerek hingga terbalik.

I Made Lugra Mahardika (25) berhasil menyelamatkan diri sementara, I Ketut Sukarada (18) hilang.

Tim SAR kemudian melakukan pencarian. Basarnas Bali, BPBD Jembrana, Polisi dan, Brimob Gilimanuk, sertq masyarakat bersama-sama melakukan pencarian korban. Namun hingga 7 hari sampai pencarian dilakukan dihentikan Senin (21/9/2020) korban tidak ditemukan.

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of