Keterangan Photo : Deretan kendaraan roda dua bekas operasional Dinas Statistik Kabupaten Buleleng.

Singaraja, balipuspanews.com — Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singaraja kembali melaksanakan penjualan di muka umum (lelang) tiga unit sepeda motor bekas operasional Dinas Statistik Buleleng.

Lelang dengan cara E-Konpensional (tatap muka peserta lelang) akan dilaksanakan di Wantilan Praja Winangun Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng, Jalan Pahlawan Nomor 1, pada Kamis (13/9) mendatang.

Seijin Kepala BKD Buleleng, Kabid Aset Made Pasda Gunawan ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya secara rutin melaksanakan lelang setiap tahun sesuai amanat Permendagri Nomor 19 Tahun 2016, serta Perda Nomor 6 Tahun 2017, dimana tata cara penghapusan salah satunya melalui lelang.

Menurutnya, pelaksanaan lelang dinilai memiliki progress positif, lantaran inventaris berupa barang bekas semula dianggap tidak bermanfaat, justru bisa dinilai dengan limit. Sehingga hal itu menjadi keuntungan tersendiri, terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Saat ini, 3 unit sepeda motor bekas operasional akan dilelang masih diparkirkan di kantor Dinas Statistik Buleleng, Jalan Dewi Sartika. Pihaknya pun tengah mempersiapkan berkas-berkas persyaratan lelang tersebut.

Jika tidak ada aral melintang, lelang 3 unit sepeda motor dengan cara E-Konpensional ini, akan dilakukan pada 13 September 2018, sekitar pukul 11.00 wita, bertempat di Wantilan Praja Winangun Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng.

“Memang, rata-rata usia tiga unit sepeda motor bekas operasional Dinas Statistik yang akan dilelang sudah diatas 10 hingga 15 tahun. Merknya, Honda Win, 2 unit tahun 2003, dan satu unit Honda Kharisma tahun 2004,” kata Kabid Pasda, Rabu (5/9).

Disinggung nilai limit, Kabid Pasda mengungkapkan, meski 2 unit Honda Win memiliki tahun pemakaian yang sama di tahun 2003, namun dalam lelang dua unit motor bekas dibanderol dengan nilai limit berbeda, yakni Rp 1,1 juta dengan uang jaminan Rp 500 ribu, dan Rp 1.750.0000 dengan uang jaminan Rp 800 ribu. Sedangkan, Honda Kharisma memiliki nilai limit Rp 1.650.000, dimana peserta lelang wajib menyetorkan uang jaminan Rp 800 ribu.

“Nilai limit berbeda, kan dilihat dari kondisi fisik sepeda motor yang akan dilelang. Namun kami pastikan semua dalam kondisi layak. Ya, sebelumnya sudah di cek fisik, kami libatkan tim teknis dari Dinas Perhubungan Buleleng,” imbuhnya.

Nah, selain lelang sepeda motor bekas operasional, bagian Aset BKD Buleleng juga melakukan lelang terhadap sejumlah inventaris Pemkab Buleleng berupa peralatan mesin dan sisa bongkaran dilakukan dengan cara penawaran Aplikasi Lelang Melalui Internet (ALMI), dimana lelang menggunakan sistem closed bidding (cara tertutup).

Kelebihan sistem ALMI, peserta lelang bisa melakukan penawaran tanpa hadir di lokasi pelaksanaan lelang.

“Sistem ALMI, peserta lelang di seluruh Indonesia bisa melakukan penawaran melalui online, bisa kita bidding di tempat. Namun, kondisi barang yang dilelang hanya bisa dilihat melalui dokumen photo. Lelang sisa bongkaran berupa bekas kantor Lurah Kendran. Sedangkan lelang peralatan mesin milik BKD, Sekretariat Daerah, Dinas Penanaman Modal dan PPTSP, serta Dinas Statistik, berupa AC, Laptop, Printer, Meja, Komputer, Televisi serta beberapa barang elektronik lain,” ungkapnya.