Catut Caleg Untuk Menipu, Kakak Beradik Dibui

Dua orang kakak beradik yakni kini harus meringkuk di sel Mapolres Jembrana
Dua orang kakak beradik yakni kini harus meringkuk di sel Mapolres Jembrana

JEMBRANA, balipuspanes.com- Dua orang kakak beradik yakni kini harus meringkuk di sel Mapolres Jembrana. Mereka ditangkat anggota Reskri, lantaran melakukan penipouan dnegan mencatut nama calon legislative (Caleg).

Kasat reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita. Selasa (7/5) mengatakan, penipuan yang dilakukan I Gede Adiguna,44, yang tinggal di kelurahan Baler bale Agung dengan adiknya I Made Mardiana, yang tinggal di desa Penyaringan, mendoyo berawal dari Adiguna yang tidak mampu membayar cicilan sepeda motirnya menghubungi Ni Gusti Ayu Putu Ariani, warga banjar Pangkung manggir.

Baler bale Agung pada 25 Maret 2018. Dengan mengaku sebagai Dewa Putu Mertaya alias Dewa Abri. Salah sau Caleg PDIP pecatan polisi itu menyampaikan ingin meminjam uang Rp.1 juta.

Karena mengenal Dewa Abri dengan bail Ariani kemudian memebrikanya. Lalu Adiguna menyampikan kalau uang itu akan diambil oleh tim suksesnya yang bernama Kadek. Setelah itu Adiguna menyuruh Mardiana sebagai Kadek untuk mengambil uang itu.

“Setelah berhasil mendapat uang itu pelaku lalu kembali meminta pinjaman,”ungkapnya. Selain diambil oleh Marduiana, Korba juga disuruh mentransferuang pinjaman tersebut ke rekening bank BNI atas nama Putu Yudha Widhiarta sebanyak tiga kali masing-masing Rp 3,4 juta, Rp 4,8 juta, Rp 1,9 juta. Yang mana dalam pengiriman uang tersebut korban meminta tolong kepada saksi I Gede Sudarsana.

Ada juga ditranfer ke bank BRI dengan atas nama Putu Tulus Kalmika meminta tolong saksi Puryanto dan Ni Komang Agus Ekayani sebanyak 3 kali masing-masing Rp 3,9 juta, Rp 5,9 juta, Rp 7 juta sampai jumlah uang keseluruhannya Rp 102 juta.

”Korban ma uterus member pinjaman karena Dewa Abri yang dikenal baik diyakini akan mengembalikan uangnya,” ujarnya. korban baru kaget dan sadar dirinya kena tipu setelah menemui Dewa Abri untuk menagih uangnya dimana Dewa Abri yang juga kaget mengaku tidak pernah merasa meminjam uang kepada korban.

“Setelah dilaporkan keduanya kami tangkap dirumahnya masing-masing dengan barang bukti beberapa buku tabungan. Mereka dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara 4 tahun,” ungkapnya. (rls/bpn/tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here