Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Bali Buleleng Cegah Adanya Alih Fungsi Lahan, Bupati Dorong Pembuatan Perarem Vegetasi Lahan

Cegah Adanya Alih Fungsi Lahan, Bupati Dorong Pembuatan Perarem Vegetasi Lahan

BULELENG, balipuspanews.com – Mencegah terjadinya alih fungsi lahan kedepannya, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mendorong adanya perarem (aturan adat) di desa-desa yang ada sekitar Danau Buyan dan Tamblingan. Mulai dari Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada sampai Desa Gesing, Kecamatan Banjar.

Dorongan tersebut disampaikannya saat ditemui usai memimpin sosialisasi desain penataan Danau Buyan di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, beberapa hari sebelumnya.

Agus Suradnyana menjelaskan dirinya mendorong agar adanya perarem mengenai vegetasi lahan di desa adat. Mulai dari Desa Wanagiri sampai ke Desa Gesing. Perarem vegetasi ini untuk mencegah alih fungsi lahan di desa-desa sekitar Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Nantinya, dengan perarem tersebut, lahan dikembalikan ke budidaya tanaman keras yaitu kopi.

“Ini kita dorong agar nantinya untuk menjaga vegetasi dan juga ketersediaan air,” jelasnya.

Selain masalah vegetasi, di Desa Wanagir juga terdapat banyak tempat atau destinasi untuk melakukan swafoto. Pada masa pandemi Covid-19, destinasi ini semuanya ditutup. Untuk beroperasi kembali, diperlukan kedisiplinan protokol kesehatan secara ketat. Rekomendasi mengenai protokol kesehatan pun sudah didapatkan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali.

“Nanti rekomendasi tersebut akan dikirim ke Kementerian LHK khususnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Karena BKSDA yang memiliki wewenang di wilayah destinasi swafoto tersebut,” ungkapnya.

Pihaknya juga tak menampik saat disinggung mengenai dorongan untuk menjaga atau mencegah alih fungsi lahan di daerah sekitar Danau Buyan dan Danau Tamblingan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra mengungkapkan Dinas PUTR juga memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mengenai tata ruang. Selama ini masih terlihat banyak lahan di daerah tersebut yang beralih fungsi. Dinas PUTR akan mengecek kembali dibantu oleh para kepala desa di wilayah tersebut. Mana kawasan-kawasan yang bisa dikembangkan dan dihijaukan kembali.

“Nanti lewat Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah pusat akan dibantu tanaman-tanaman seperti kopi. Jadi untuk vegetasinya bagus. Ke depan kopi menjadi emas hitam. Dalam artian memiliki nilai yang bagus untuk pemasaran,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of