GIANYAR, balipuspanews.com – Polsek Sukawati memberikan perhatian khusus terhadap balapan liar yang ada di wilayahnya. Untuk menekan balapan yang kebanyakan dilakulan ABG tersebut, Polsek Sukawati mengundang perwakilan siswa SMA/SMK se Kecamatan Sukawati, Sabtu (5/6/2021). Pertemuan bertempat di Aula SMK Negeri 1 Sukawati, Gianyar, Bali.
Pertemuan bukan hanya membahas balapan liar. Tetapi juga bahaya narkoba. Siswa diberikan pemahaman agar menghindari narkotika, yang rentan menyasar para siswa di umur yang masih labil, yakni masih dalam masa suka mencoba-coba.
Adapun siswa yang dikumpulkan tersebut, terdiri dari siswa yang mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Sukawati, SMKN 1 Sukawati, SMKN 2 Sukawati, dan SMKN 3 Sukawati. Meskipun patroli gencar dilakukan, dan sejumlah pembalap liar berhasil diamankan, pihak kepolisian tetap memberikan perhatian penuh terhadap hal ini.
Karena itu, mereka pun mengundang sejumlah perwakilan siswa SMA/SMK se-Sukawati agar memahami bahayanya balapan liar. Total peserta yang hadir sebanyak 40 orang dan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Kanit Lantas Polsek Sukawati, IPTU I Made Weta, Minggu (6/6/2021) mengatakan, sebenarnya pihaknya ingin jumlah peserta yang hadir lebih banyak lagi.Namun dikarenakan dalam situasi pandemi Covid-19, jumlahnya terpaksa dibatasi.
“Dalam sosialisasi kami menyampaikan tentang tertib berlalu lintas. Terlebih belakangan ini kami beberapa kali menemukan aksi trek-trekan di wilayah hukum Polsek Sukawati yang dilakukan oleh remaja, kita sampaikan juga tentang etika berlalulintas dan kesadaran berlalulintas, karena di usia itu mereka masih labil,” ujarnya.
Bersama Kasat Binmas Polres Gianyar, pihaknya juga menyampaikan tentang bahaya narkoba dan Kenakalan Remaja. Serta Kanit Dikyasa yang menyampaikan tentang Kabupaten Gianyar akan segera menerapkan E-TLE (Elektronik Trafiic Law Enforcement) yaitu tilang dengan alat elektronik.
Melalui kegiatan tersebut pihaknya berharap, para generasi muda khususnya para siswa di Kecamatan Sukawati agar memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman mengenai tata tertib lalulintas, bahaya narkoba, serta kenakalan remaja.
Ia juga berpesan agar sosialisasi yang dilakukan, bisa diteruskan kepada teman-temannya di sekolahnya maupun disampaikan pada masyarakat di tempat tinggal masing-masing.
“Dengan pemahaman yang mereka miliki tentunya kami berharap dapat menekan jumlah pelanggar maupun menekan lakalantas di wilayah kita, dapat meminimalisir kenakalan remaja serta mengurangi angka penyalahgunaan narkoba,” tandasnya.
Penulis : Ketut Catur
Editor : Oka Suryawanl



