Sidang Paripurna DPRD Provinsi Bali
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Para wakil rakyat Bali mengetok palu serta menyetujui tentang Raperda tentang atraksi Budaya sebagai komoditas daya tarik wisata menjadi Peraturan Daerag (Perda)  dalam Rapat Paripurna di Ruang Sidang DPRD Bali yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama serta dihadiri oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster,  Rabu (21/11).

“Kami berharap Raperda atraksi budaya sebagai komuditas Daya tarik wisata akan dapat meningkatkan dan memperkokoh rasa tanggungjawab bersama untuk pengembangan, pelestarian dan pemanfataatannya. Disamping itu Raperda ini mampu menekan terjadinya degradasi budaya terhadap keseluruhan aspek kehidupan masyarakat Bali,” kata Ketua Panitia Khusus Raperda tentang Atraksi Budaya sebagai Komuditas Dayat Tarik Wisata,Drs I Wayan Gunawan saat sidang paripurna.

Ia mengatakan dasar dasar pemikiran dibentuk Raperda itu tak terlepaskan saat ini Bali merupakan pulau kecil yang terbatas akan sumber daya alam, namun kaya akan sumber daya budaya, berupa seni, adat istiadat, kebiasaan, tradisi, tatacara upacara keagaamaan, budaya Bali sbeagai bagian dari kebudayaan Nasional memiliki kekhaasanan dan sifat atraktif yang mencerminkn tradisi adat Bali yang dijiwai oleh nilai Hindu.

Namun selama  ini khususnya dalam atraksi budaya sebagai daya tarik wisata belum memenuhi rasa keadilan masyarakat, bukan saja dalam persepektif ekonomi tetapi juga penghargaan dan kreatifita dan aktifitas berkesenian dalam arti luas.

Selanjutnya kebudayaan Bali bisa tumbuh dengan subur karena ditopang oleh adat dalam wadah desa adat/pelraman dan dijiawai oleh agama Hindu.

Ketiga aspek ini (budaya, adat dan agama Hindu) menjadi modal dasar dan menguatkan pembangunan pariwisata Bali yang berwawasan budaya.

Keberadaan ketiga aspek tersebut secara kasat mata dapat dilihat dalam bentuk keberadaan dan aktivitas orang Bali, serta terintegrasi menjadi satu kesatuan yang utuh menjadi kebudayaan Bali.

Sampai saat ini, kata Gunawan Bali tak bisa dilepaskan dengan pariwisata, untuk itu perlu selektif dalam menerima dan memilih serta menyesuaikan dengan alam pikiran budaya lokal (Bali).

“Untuk menjaga pariwisata, seni budaya serta tradisi agar tetap ajeg dan lestari, maka perlu dibuatkan payung hukum yang mengayominya dengan memantapkan Perda atraksi Budaya sebagai komoditas daya tarik wisata,” ucapnya. (art/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...