Cegah Flu Babi dengan Menyemprotkan Disinfektan

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan IKG. Nata Kesuma
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan IKG. Nata Kesuma

DENPASAR, balipuspanews.com
Banyaknya kasus kematian babi di enam kabupaten/kota di Bali yang belum diketahui secara pasti penyebabnya disikapi secara cepat oleh bidang kesehatan hewan dinas pertanian dan ketahanan pangan provinsi Bali.

Dinas terkait mengambil langkah dengan menurunkan bantuan pusat berupa disinfektan untuk 5 ribu ekor babi di Bali.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan IKG. Nata Kesuma mengatakan, sambil menunggu hasil laboratorium dari pusat, pihaknya kini menyebar desinfektan di enam kabupaten/ kota yang mengalami kematian babi dan daerah yang berpotensi mengalami hal serupa.

“Enam kabupaten/kota yang mengalami kematian ternak babi yaitu Tabanan, Badung, Gianyar, Denpasar, Bangli, dan Karangasem,” paparnya.

Disebut Nata, dalam penanganan meminimalisir kematian babi, pihaknya mengimbau peternak agar melakukan penyemprotan desinfektan dua kali dalam seminggu terhadap kandang dan membatasi akses keluar masuk kandang.

Selain itu, pembeli agar tidak dikasi membawa langsung atau tempat babi, pun masuk langsung harus disteril.

Kepada peternak, agar tidak menjual babi dalam keadaan sakit. Hal lainnya yang perlu dilakukan, kubur jika ada babi mati atau lapor kepada petugas terdekat, sehingga tim respon cepat segera akan mengecek ke kandang.

Lebih jauh pihaknya menyebut, bahwa vaksin untuk penanganan kematian ternak babi ini belum ada, namun di pusat sedang membuat namun belum selesai.

“ Ciri ternak babi yang kena virus biasanya terlihat kulit kemerahan dan di daun telinga, demam tinggi, diare, dan mati mendadak,” terangnya.(bud/bas)