Cegah Klaster Baru Covid-19, Bupati menunda Kedatangan Ulama Ke Buleleng

Bupati Buleleng saat memimpin rapat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buleleng bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Buleleng di Rumah Jabatan Bupati Buleleng
Bupati Buleleng saat memimpin rapat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buleleng bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Buleleng di Rumah Jabatan Bupati Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Setelah masuk sebagai daerah zona kuning Kabupaten Buleleng terus berupaya mengajak masyarakat agar terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng bahkan cukup berhati-hati agar zona tidak kembali ke orange.

Setelah mendengar informasi bahwa akan datang pendakwah terkenal bernama Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber, Bupati Buleleng merasa antusias menyambut kedatangan pendakwah yang cinta NKRI tersebut, akan tetapi Ia memohon kepada panitia pelaksana untuk menunda sementara kedatangannya agar tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Keputusan ini dinyatakan saat Bupati Buleleng Agus Suradnyana memimpin rapat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buleleng bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Buleleng di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, beberapa hari sebelumnya.

Ia bahkan menyampaikan rasa antusiasnya dengan rencana kedatangan Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber adalah Pendakwah dan Ulama yang sangat cinta NKRI.

“Namun sesuai instruksi yang dikeluarkan oleh Kapolri, melarang adanya kerumunan untuk mengantisipasi terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Kendati demikian Ia selaku Kepala Daerah, mengatakan secara perlahan memberikan pemahaman dengan setulus-tulusnya kepada penyelenggara dan Ustadz Abdurrahman untuk sementara waktu menunda dulu mendatangkan Syekh Ali Jaber ke Buleleng. Utamanya selama masih adanya pandemi, namun nantinya jika setelah pandemi usai pihaknya mengaku akan mengundang tiga ustad dalam setahun

“Ketika pandemi Covid-19 dinyatakan selesai dan vaksin sudah berhasil disuntikan kepada seluruh masyarakat, tentu akan kita undang dan bila perlu dalam setahun 3 Ustadz pun tidak ada masalah untuk didatangkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, masa pandemi Covid-19 ini ia lebih mengedepankan penguraian kerumunan, sehingga kedatangan para ulama tersebut memang belum dapat dilaksanakan untuk saat ini. Namun nantinya setelah pandemi selesai pihaknya berharap dengan kedatangan para ulama ke Buleleng bisa menekan paham-paham radikalisme yang ada.

“Dengan kehadiran Para Ulama ini kita harapkan bisa menekan paham radikalisme, dan mampu memberikan pencerahan kepada umat. Kedepannya akan kita hadirkan dalam kesempatan yang lain ketika pandemi ini sudah selesai,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga selaku Takmir Masjid Agung Jami Singaraja Hidayat Achdar usai rapat yang digelar bersama dirinya memaparkan bahwa kegiatan ini untuk membantu perekonomian di Buleleng dengan menghadirkan seorang ulama yang juga dapat mengendorse pariwisata di Buleleng.

Akan tetapi dengan permintaan dari Satgas GTTP Covid-19 Buleleng pelaksanaan acara kedatangan itu pihaknya akan menunda.

“Namun, dengan pertimbangan pak Bupati dan Wakil Bupati Buleleng seta seluruh jajaran Forkorpimda Buleleng dimana kondisi masih pandemi kegiatan tersebut ditunda dahulu pelaksanaannya,” terangnya.

Tak hanya itu pihaknya mewakili umat muslim yang ada di buleleng sangat bisa memahami hal tersebut, dan sangat berkomitmen bersama-sama untuk membangun Buleleng.

Bahkan dengan kedatangan ulama-ulama itu ke Buleleng nantinya diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait agama.

“Tentunya, masyarakat sendiri sangat membutuhkan kehadiran dari ulama-ulama yang sejuk sehingga dapat memberikan pemahaman Agama dalam menjaga keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan