Cegah Klaster Baru, Penindakan Terhadap Tajen Terus Digencarkan

Pihak kepolisian saat menunjukkan barang bukti yang diamankan saat penertiban tajen di Wilayah Desa Tinga
Pihak kepolisian saat menunjukkan barang bukti yang diamankan saat penertiban tajen di Wilayah Desa Tinga

BULELENG, balipuspanews.com – Pencegahan terhadap penyebaran covid-19 di Kabupaten Buleleng terus digencarkan bahkan berimbas terhadap penindakan tegas kegiatan judi tajen atau sabung ayam yang terus digalakkan oleh jajaran Polres Buleleng melibatkan TNI-AD dari Kodim 1609/Buleleng.

Penindakan ini, selain karena melanggar pidana, kegiatan tajen juga menimbulkan kerumunan masyarakat ditengah pandemi Covid-19. Bahkan sebelumnya Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Seririt memanggil sejumlah penyelenggara tajen di wilayah kecamatan Seririt dengan tujuan dilarang menyelenggarakan tajen.

Pasalnya tindakan Ini merupakan upaya persuasif yang dilakukan utamanya jajaran Polsek Seririt untuk mencegah kegiatan judi tajen.

Sebelumnya Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa mengatakan akan memproses hukum terhadap penyelenggara tajen di Buleleng. Pasalnya, Sebelumnya mereka sudah sempat diperingatkan oleh para Kapolsek bersama Danramil di wilayah hukumnya masing-masing.

“Sudah didatangi untuk diberikan himbauan agar tidak menggelar judi Sabung Ayam. Tapi kenyataannya mereka masih membandel. Untuk itulah, mereka (penyelenggara tajen) diamankan. Selanjutnya diserahkan ke Polres Buleleng dan akan kami proses sesuai hukum,” ujarnya.

Sementara itu terakhir, dalam operasi tim yustisi Operasi Aman Nusa dikomandoi langsung Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Listrianto, bersama Muspika Kecamatan Gerokgak berhasil menggrebeg kegiatan judi tajen di wilayah Desa Tinga-tinga, Buleleng.

Bahkan dalam pelaksanaan tersebut ada dua orang diamankan yakni berinisial GBS (49) dan GKA (42). Selain mengamankan dua orang, juga diamankan barang bukti dua ekor ayam (satu mati), kurungan ayam, kartu domino, sebuah taji, dan sejumlah uang tunai.

“Kami membubarkan kegiatan tajen di Tinga-tinga berdasarkan laporan. Saat kami ke lokasi, sekitar ratusan orang disana kabur. Barang bukti yang kami temukan, sudah kami serahkan ke kepolisian untuk segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Selain itu menurut Windra Listrianto, bahwa penindakan tegas judi tajen adalah instruksi dari Gubernur Bali, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Terlebih ada Pergub Bali No. 46 dan Perbup Buleleng No. 41 Tahun 2020. Sehingga dipandang perlu untuk memberikan tindakan tegas setelah diberikan edukasi namun beberapa masih membandel.

“Bayangkan saja, di tajen ada ratusan orang disana. Satu saja kena, menular ke puluhan orang. Ini kami lakukan agar tidak ada klaster baru,” imbuhnya.

Disisi lain Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya mengatakan bahwa pemanggilan penyelenggara tajen di wilayah Seririt sebagai langkah humanis yang dilakukan kepolisian, untuk memberikan imbauan kepada penyelenggara tajen untuk tidak menggelar judi tajen. Bahkan pemanggilan ini tidak saja dilakukan Polsek Seririt melainkan seluruh Polsek-polsek di jajaran Polres Buleleng.

“Ditengah situasi pandemi ini, sudah tegas kami akan tindak penyelenggara tajen. Jadi tidak saja di Seririt, tapi di semua Polsek di jajaran Polres Buleleng,” jelasnya.

Tak hanya itu pengawasan terhadap kegiatan judi tajen, sudah intens dipantau oleh pihak Kepolisian secara sinergitas melibatkan TNI-AD dalam tim yustisi Covid-19. Hanya saja diakui, ada beberapa penyelenggara yang membandel, sehingga diambil tindakan tegas.

“Jadi pak Kapolres jauh-jauh hari menegaskan tidak ada toleransi bagi tajen. Pemanggilan itu langkah persuasif dengan teguran. Jika tetap menggelar, maka langkah tegas akan dilakukan,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan