Cegah Klaster Upacara Adat, Peserta Upacara Mendak Nuntun di Dusun Tengah, Desa Gunaksa, Klungkung Jalani Rapid Test Antigen

Warga yang akan melaksanakan Upacara Nuntun di Dusun Tengah, Gunaksa, menjalani Rapid Tes Antigen
Warga yang akan melaksanakan Upacara Nuntun di Dusun Tengah, Gunaksa, menjalani Rapid Tes Antigen

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mengambil langkah-langkah antisipasi pencegahan penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) terutama dari klaster upacara adat atau upacara pawiwahan (perkawinan).

Seperti malakukan rapid test antigen kepada warga yang akan melaksanakan upacara Mendak Nuntun di Dusun Tengah, Desa Gunaksa, Klungkung, Rabu (27/01/2021).

Langkah ini diambil Bupati Suwirta bercermin dari klaster pawiwahan di Banjar Adat Carangsari, Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan.

Bupati Suwirta dalam arahanya menyadari bahwa upacara adat ini tidak selamanya boleh ditunda. Pemerintah hadir memberikan solusi terbaik agar yadnya berjalan dan kesehatan masyarakat juga terjaga. Maka dari itu rapid test antigen adalah solusinya.

“Untuk keselamatan kita bersama sebaiknya dilakukan rapid test antigen. Mudah-mudahan apa yang dilakukan pemerintah hari ini melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) secara gratis bisa memutus penyebaran covid-19 dan bersama-sama bisa mematuhi protokol kesehatan,” ujar Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta juga mengharapkan kepada sepasang calon pengantin untuk melakukan rapid test antigen sebelum memulai upacara, termasuk keluarga dekatnya.

“Untuk mekanismenya calon pengantin yang bersangkutan bisa melapor melalui desa setempat” imbuhnya.

Panitia Karya, Nengah Sujana mengatakan acara Mendak Nuntun ini sudah dilakukan pengunduran sebanyak tiga kali. Sujana mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Klungkung yang sudah memeberikan solusi demi berlangsungnya acara ini.

“Sebanyak 150 orang warga kami yang di rapid antigen. Upacara Mendak Nuntun akan berlangsung dari tanggal 28 Januari hingga tanggal 2 Februari 2021 mendatang,” ujar Sujana.

Dihari yang sama juga dilakukan rapid test antigen kepada sepasang calon pengantin dan keluarga inti di Banjar Sangkan Buana,  Desa Adat Sangkan Buana sebanyak 15 orang.

Penulis/Editor : Roni/Budi