Cegah Meluasnya PMK di Bali, DPR-RI Perjuangkan Agar Vaksin Datang Maksimalkan

Anggota Komisi IV DPR-RI Drs Made Urip M.Si didampingi Anggota Komisi I DPRD Buleleng Dewa Gede Sugiharto (kanan)
Anggota Komisi IV DPR-RI Drs Made Urip M.Si didampingi Anggota Komisi I DPRD Buleleng Dewa Gede Sugiharto (kanan)

BULELENG, balipuspanews.com – Anggota Komisi IV DPR-RI dapil Bali Drs. I Made Urip M.Si sedang gencarnya memperjuangkan vaksinasi terhadap hewan ternak supaya maksimal mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Khusus untuk di Bali, Politisi dari PDI-P ini menyebutkan jika alokasi vaksin dari pusat ke masing-masing daerah sudah dilakukan bahkan setiap Kabupaten di Bali sedang melakukan proses vaksinasi terhadap hewan ternak yang belum terjangkit PMK termasuk di Kabupaten Buleleng.

“Vaksin sudah kita perjuangkan dan sudah mulai dilakukan vaksinasi di seluruh Kabupaten yang ada di bali, mudah-mudahan dengan vaksin itu Bali kembali nihil tentang PMK,” tegas Made Urip usai ditemui dalam acara Bimtek pertanian di Hotel Puri Saron didampingi Anggota DPRD Provinsi Putu Mangku Mertayasa, dan Anggota DPRD Kabupaten Buleleng Dewa Gede Sugiharto, Senin (18/7/2022).

Baca Juga :  Wawasan Kebangsaan Digaungkan Menjelang Pemilu 2024

Kemudian soal kompensasi terhadap petani yang sapinya dipotong karena teridentifikasi PMK, Urip mengaku pasti memperjuangkan hal itu apabila anggaran berkaitan dengan musibah PMK sudah ada di pusat. Namun sementara pihaknya kini masih fokus untuk perjuangkan agar jumlah vaksin bisa maksimal di Bali.

“Kalau anggarannya mungkin ada kita pasti perjuangkan dan Menko perekonomian kan sudah menyampaikan, jika ini sudah ditarik ke atas bukan lagi di Kementerian Pertanian,” jelas Urip.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng, Made Sumiarta menyebutkan bahwa banyaknya populasi sapi di Kabupaten Buleleng membuat jumlah vaksin yang cukup banyak.

Berdasarkan data alokasi per Senin (18/7/2022) ada sekitar 17 ribuan dan akan bertambah terus untuk mencegah meluasnya PMK.

Baca Juga :  Pakai JKN, Semua Pelayanan di Rumah Sakit Berjalan Lancar Tanpa Biaya

“Untuk vaksinasi kita sudah bergerak seperti hari ini (Senin) kita adakan vaksinasi di daerah Gerokgak ke timur menyasar radius 10 kilometer dari daerah yang teridentifikasi,” sebutnya.

Lalu mengenai adanya pemotongan bersyarat terhadap sapi terindikasi terkena PMK Sumiarta berharap masyarakat bisa merelakan untuk dilakukan pemotongan bersyarat. Sebab langkah itu dilakukan agar PMK tidak menjadi permasalahan yang akan berkepanjangan.

Tidak hanya itu berkaitan dengan adanya isu kompensasi bagi pemilik ternak yang hewan ternaknya harus dipotong, kata Sumiarta pihaknya masih menunggu lampiran untuk kompensasi yang turun hari ini dengan perkiraan yang akan diberikan Rp6-8 Juta per ekor sesuai besar kecilnya.

“Lampiran untuk kompensasi itu sudah turun (Senin) kira-kira akan diberikan Rp6-8 juta per ekor sesuai besar kecilnya hewan ternak,” kata Sumiarta.

Baca Juga :  Petani di Desa Bengkala Diajak Menanam Jagung Sorghum

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan