Mewabahnya virus corona telah berdampak pada kehidupan pasar tradisional
Mewabahnya virus corona telah berdampak pada kehidupan pasar tradisional

TABANAN, balipuspanews.com – Mewabahnya virus corona telah berdampak pada kehidupan pasar tradisional. Yakni adanya pembatasan jam buka pasar. Kondisi tersebut tentu mengkhawatirkan karena kerumunan tetap terjadi.

Kondisi tersebut mengundang keperihatinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Tabanan. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua DPC BMI Tabanan, dr. IGNB. Mahayasa, Sp.Kj., Selasa (31/3) pagi.

Mahayasa mengatakan, dari pantauannya proses jual beli yang terjadi dipasar-pasar tradisional diseputaran Tabanan masih menimbulkan kerumunan.

Bahkan kerumunan ini tidak terkontrol karena seakan para pembeli yang umumnya dari kalangan ibu-ibu terkesan santai-santai saja dan tidak mengindahkan himbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan.

“Saya melihat dan khawatir karena ditengah mewabahnya virus corona, masyarakat Tabanan belum bisa untuk tidak datang ke pasar tradisional, sehingga sosial distancing belum bisa berjalan maksimal. Semoga orang yang datang ke pasar tidak ada yang terjangkit covid-19, sehingga penyebarannya tidak meluas,” ungkapnya prihatin.

Terhadap kondisi tersebut, Mahayasa yang juga aktivis Kopi Kental dan pemerhati sosial ini menyebutkan saat ini sangat ideal dilakukan urai pasar atau pasar jemput bola.

Maksudnya, untuk mengurangi resiko akibat kerumunan di pasar-pasar tradisional, pedagang khususnya yang menjual kebutuhan rumah tangga (seperti sembako) berjualan ke banjar-banjar atau ke komplek-komplek perumahan.

“Atau mungkin ini bisa dijadikan sebagai lapangan kerja oleh semeton Bali yang masih menganggur, misalnya berjualan dengan media mobil ke banjar-banjar. Tentunya produk yang dijual berupa kebutuhan pokok,” jelasnya.

Wakil Ketua PHDI Tabanan ini menambahkan, dengan mengurai pasar tradisional dan mengajak pedagang berjualan dengan sistem jemput bola akan sangat mudah memotong ancaman penyebaran virus corona. Tidak hanya itu, sistem pasar jemput bola ini akan menguntungkan semua pihak.

“Ya, semua akan diuntungkan. Pedagang bisa menjual barangnya sedikit lebih mahal sebagai tambahan biaya transportasinya. Sedangkan pembeli bisa mengefektifkan waktu berbelanjanya dan tidak berbelanja dengan berdesak-desakan atau berbelanja dalam kerumunan,” tutupnya. (BPN/ rah)