Ida Komang Upeksa (Dirut RS Sanjiwani Gianyar)
Ida Komang Upeksa (Dirut RS Sanjiwani Gianyar)

GIANYAR, balipuspanews.com – Mencegah pemalsuan surat keterangan sehat, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar mewajibkan pemohon agar on site serta menggunakan tanda tangan dan cap basah di surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit Sanjiwani Gianyar.

“Untuk mencegah adanya pemalsuan surat, kami mewajibkan pemohon untuk datang langsung ke rumah sakit on site. Itu tidak boleh diwakilkan, wajib membawa identitas diri dan KK. Nanti kami cek nama KTPnya sudah sesuai atau tidak dengan nama yang ada di KK,” ujar Dirut RSUD Sanjiwani Gianyar, dr. Ida Komang Upeksa, Senin (25/5/2020).

Dilanjutkan Upeksa, nantinya pemohon surat keterangan sehat juga diwajibkan untuk membawa surat tugas dari perusahaan atau tempatnya bekerja.

“Nanti kan surat sehat ini akan digunakan supaya bisa pergi keluar daerah, tapi tetap alasannya kan harus jelas. Untuk itu surat tugas dari tempatnya bekerja juga kami minta,” katanya.

Petugas ketika melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pemohon, demikian Upeksa, akan dilakukan pengecekan kesehatan serta dicek kondisi paru-parunya.

“Nanti setelah dicek kesehatannya, kita lakukan tracking juga riwayat kontak erat. Dan, kalau nihil dan pemeriksaan kesehatannya menunjukan sehat maka kami akan keluarkan surat kesehatan tersebut,” ujarnya.

Untuk di RSUD Sanjiwani Gianyar, pihak rumah sakit tidak membatasi masyarakat yang hendak mencari surat keterangan sehat.

“Siapa saja boleh, mau itu warga asing ataupun WNI,” ucapnya.

Dilanjutkannya, bila nanti ada ditemukan surat keterangan sehat yang mengatas namakan RSUD Sanjiwani Gianyar namun tidak sesuai dengan ketentuan atau prosedur pengeluaran surat dari pihak rumah sakit maka surat tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Kalau diluar dari cap dan tanda tangan basah asli dari pihak kami, maka itu bisa dikatakan palsu,” pungkasnya.

PENULIS : Ketut Catur

EDITOR : Oka Suryawan