Cegah Penyebaran Covid-19, GTPP Akan Lakukan Pelacakan Masif Dengan Test Swab Massal

Sekertaris Daerah (Sekda) Buleleng yang juga selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd
Sekertaris Daerah (Sekda) Buleleng yang juga selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd

BULELENG, balipuspanews.com – Penanganan terhadap penyebaran Covid-19 terus dilakukan secara serius oleh Pemerintah. Saat ini pelacakan masif guna pencegahan penyebaran covid-19 terus dilakukan. Salah satunya adalah test swab massal yang akan dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng.

Bahkan hal tersebut sudah menjadi sebuah intruksi dari pemerintah pusat agar pencegahan penyebaran virus bisa ditangani mengurangi kemungkinan penambahan nantinya.

Sekretaris GTPP Covid-19 yang juga Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd menjelaskan harapan pemerintah pusat melalui BNPB maupun Satgas Provinsi Bali adalah melakukan pelacakan secara masif dengan melakukan test swab massal. Khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri yang selama ini bertugas dalam upaya-upaya pencegahan serta berinteraksi langsung dengan elemen masyarakat. Koordinasi sedang dilakukan dengan pihak provinsi dan dipersilahkan untuk mengatur jadwal.

“Karena akan ada ribuan spesimen yang diambil dan ditest di lab RSUP Sanglah,” jelasnya.

Maka disamping ada RSUP Sanglah, saat ini sudah disiapkan lab PCR di RSUD Buleleng. Bahkan pembangunan fisiknya akan selesai dalam waktu satu minggu. Pengaturan alat akan menghabiskan waktu satu hari. Setelah itu, sudah bisa beroperasi mengetes spesimen swab. Namun, kapasitasnya masih terbatas. Hanya 45 tes per hari.

“Sisanya dibawa ke RSUP sanglah,” singkatnya.

Dalam pelaksanaan hal tersebut pihaknya mengatakan penentuan jadwal juga sangat penting untuk diperhitungkan. Mengingat akan ada ribuan spesimen. Di sisi lain, petugas yang mengambil spesimen test swab jumlahnya terbatas. Termasuk bahan dan alat yang digunakan untuk pengambilan spesimen. Oleh karena itu, harus menunggu berapa bahan yang bisa digunakan untuk pengambilan spesimen.

“Penjadwalan menjadi hal penting untuk disusun melihat dari jumlah petugas dan bahan yang akan digunakan,” terangnya.

Tak hanya itu, menurutnya awal November 2020 sudah harus dimulai. Sehingga koordinasi akan terus dilakukan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) utamanya Kapolres dan Dandim. Bupati Buleleng nantinya akan memimpin koordinasi ini untuk penjadwalan dan darimana mulainya.

“Secara teknis sudah saya sampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk mengatur jadwalnya,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya menerangkan ada kemungkinan test swab massal dilakukan juga kepada masyarakat. Menunggu petugas pengambilan spesimen selesai melaksanakan tugasnya.

Tetapi, untuk melakukan tes swab massal ada kalkulasinya. Dihitung dari berapa jumlah penduduk dan berapa persen dari jumlah penduduk tersebut harus melakukan test swab. Jika sudah mencapai hal tersebut, test swab tidak dilanjutkan. Namun, jika belum mencapai angka yang harus di test swab, akan dilanjutkan.

“Ini sudah menjadi instruksi pemerintah pusat melalui provinsi. Bahkan, pihak provinsi dalam minggu ini sudah melaksanakan,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan