Cegah Radikal Kiri Kodim Sosialisasi Balatkom
Sosialisasi Balatkom di Kodim
sewa motor matic murah dibali

NEGARA ,balipuspanews.com- Meski sudah dilarang namun paham komunis masih berpeluang untuk menyebar termasuk di kalangan militer. Sehingga prajurit dan keluarga besarnya harus terus diberikan pemahaman guna mengantisipasi tentang bahaya laten komunis (Balatkom)

Sepertti yang dilakukan Selasa (19/11) terhadap keluarga besar Kodim 1617/Jembrana. Mereka dikumpulkan  di Aula Kodim 1617/Jembrana untuk diberikan sosialisasi Tentang bahaya laten Komunis agar paham komunis dan sejenisnya tidak menyusup ke dalam satuan TNI-AD. Pada sosialisasi itu Kapten Chb. Karyanto Tunggu menyampaikan bahwa kebangkitan komunis di Indonesia nyata dengan strategi baik secara terang-terangan maupun secara gerakan bawah tanah. Dengan menyebarkan agitasi, propaganda, fitnah, kekerasan, adu domba dan menghalalkan segala cara. “Di era reformasi bangkitnya komunis dengan baju komunis gaya baru,” ujarnya.

Pasipers Kapten Inf Zainul menerangkan bahwa idiologi komunis tetap dilarang hidup kembali di Indonesia. Tap MPRS XXV/1966 harus tetap dipertahankan. Komunis adalah musuh seluruh bangsa Indonesia karana terbukti dua kali melakukan penghianatan terhadap bangsa Indonesia.”Komunis sewaktu dapat mengancam bangsa Indonesia karena komunis dalam perjuangannya tidak mengenal menyerah,” tegasnya. Prajurit TNI-AD harus mengambil langkah-langkah dengan meningkatakan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tingkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, tingkatkan wawasan kebangsaan, tingkatkan KTR, tingkatkan Kesadaran masyarakat. “Tingkatkan kewaspadaan laporkan setiap perkembangan kepada pimpinan,” ujarnya.

Sementara itu Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok menegaskan sesuai Tap MPRS XXV/1966 tentang larangan penyebar luasan ajaran Marxisme, Leninisme/Komunisme di Indonesia dan UU no. 27/1999 tentang perubahan kitab UU Hukum, Pidana yang berkaitan dengan kejahatan Negara. “Sesuai produk hukum itu semua bentuk kegiatan yang berhaluan komunis dan underbownya di Indonesia dilarang,” tegasnya.

Prajurit TNI -AD harus terus diberikan sosialisasi tentang bahaya laten komunis (Balatkom) agar paham komunis dan sejenisnya tidak menyusup ke dalam satuan TNI-AD. Tujuan dilaksanakan sosialisasi Balatkom ini untuk meningkatkan kewaspadaan yang tinggi dikalangan Prajurit.”Sehingga tidak terhasut dan terpancing  oleh tipu daya, propaganda yang dilakukan oleh komunis. Mencegah dan membendung bangkitnya kembali komunis di Indonesia melalui kegiatan Binter,” ungkapnya. (nm/bpn/tim)