Cek Fasilitas Pendukung Jelang Piala Dunia Usia 20 Tahun, Menteri PUPR Kunjungi Stadion Dipta Gianyar

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Mochamad Basoeki Hadimoeljono saat mengunjungi Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8/2020).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Mochamad Basoeki Hadimoeljono saat mengunjungi Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8/2020).

GIANYAR, balipuspanews.com – Stadion Dipta Gianyar yang akan menjadi salah satu home base piala dunia usia 20 tahun di tahun 2021 mendatang dikunjungi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabinet Kerja, Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Kamis (6/8/2020).

Kedatangan menteri yang dikenal suka melawak itu ditemani gubernur Bali Wayan Koster, Sekda Pemprov Bali Dewa Indra, Sekda Gianyar Wisnu Wijaya dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

“Ini saya ditugasi oleh Menpora untuk menyiapkan 6 stadion yang akan direncanakan untuk pertandingan World Cup U-20. Salah satunya adalah Stadion Kapten I Wayan Dipta di Kabupaten Gianyar Bali ini. Jadi yang paling besar rehabilitasi nya daripada 5 stadion lainnya. 5 stadion lainnya yakni di Sriwijaya, Jakabaring, kemudian GBK, Si Jalak Harupat, Menahan Solo, dan Gelora Bung Tomo,” ujarnya.

Ditargetkan, pengerjaan fasilitas Stadion Kapten I Wayan Dipta ini dapat selesai pada bulan Maret 2021 ini untuk venue pertandingan Piala Dunia 2021 yang akan digelar pada Mei 2021.

“Jadi, mumpung saya berada di sini alhamdulillah saya bisa melihat apa yang akan diperbaiki. Kemudian akan kita mulai nanti kalau rencananya Mei 2021 pertandingannya (Piala Dunia U-20) maka ini Maret harus sudah jadi,” katanya.

Untuk proses pelelangan, kata menteri kelahiran Surakarta ini, akan dilakukan pada pertengahan bulan Agustus 2020 ini.

“Ini akan tetap kita lelangkan, pertengahan Agustus 2020 nanti dan setelah kita lelang kita langsung kerjakan,” ungkapnya.

Menurut menteri yang juga suka main musik ini, “beberapa rumput harus ganti, drainase juga saya kira belum memenuhi syarat, lightingnya masih kurang, serta beberapa hal yang lainnya,” imbuh Basuki.

“Beberapa fasilitas pendukung juga akan diperbaiki agar sesuai dengan standar international. Juga fasilitas pendukungnya seperti ruang ganti, toilet, kamar mandi saya kira semua harus ada standarnya dan semua harus kita siapkan,” ujarnya.

PENULIS : Ketut Catur

EDITOR : Oka Suryawan