Cek Sampel Gas Beracun, Polisi Masih Menunggu Hasil Tim Labfor

Proses evakuasi oleh Basarnas
Proses evakuasi oleh Basarnas

JIMBARAN, balipuspanews.com – Aparat kepolisian hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Labfor untuk memastikan jenis zat kimia yang menewaskan 4 pemuda yang sedang bekerja di kerajinan kulit di Ruko di Lingkungan Taman Griya, kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu (19/12/2020) pagi.

Saat ini, atau tepatnya Minggu (20/12/2020) pagi, Tim Labfor masih melakukan olah TKP untuk mengambil sampel gas yang menjadi penyebab kematian para korban.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian 4 pekerja di TKP. Pihaknya masih menunggu hasil dari Lafor yang memeriksa sampel gas tersebut.

“Belum bisa kami simpulkan. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor karena tidak semua bisa masuk untuk melakukan olah TKP. Olah TKP harus menggunakan alat bantuan pernapasan,” terang Kompol Anom ke wartawan, Minggu (20/12/2020).

Menurutnya, sampel gas yang ada di TKP akan diperiksa oleh Labfor dan selanjutnya baru bisa disimpulkan jenis gas tersebut.

“Hasil dari Labfor nantinya bisa disimpulkan gas jenis apa yang menyebabkan para korban meninggal,” terang mantan Kapolsek Kuta Utara ini.

Soal pabrik kerajinan kulit itu, Kompol Anom mengatakan ada beberapa dokumen yang ditemukan di lokasi. Meski ada izin usahanya namun belum bisa dipastikan. Pihaknya sementara ini masih fokus mencari penyebab kematian para korban.

Yang jelas kata Kompol Anom, ruko berlantai 2 itu memang digunakan para korban untuk usaha pabrik penyamakan kulit.

“Kegiatannya murni kegiatan penyamakan kulit. Tidak ada kegiatan lainnya. Kami berharap agar hasil labfor cepat keluar biar cepat selesai,” tegasnya.

Tewasnya 4 orang pemuda saat bekerja di kerajinan kulit di Ruko di Lingkungan Taman Griya, kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu (19/12/2020) pagi, menggemparkan warga.

Selain 3 karyawan, bos pabrik penyamakan kulit, Boidon Manapar Tambunan,43, ikut tewas dalam kejadian tersebut. Manapar tewas setelah mendapat pertolongan medis di RS Jimbaran. Sementara tiga orang lainnya yang merupakan karyawannya, Rivaldo Simagunsong,22, Ardi Silitonga,22, dan Jaksa Napitupulu,20, pada Sabtu (19/12) pukul 10.00 Wita, tewas di lokasi kejadian. Keempatnya tewas diduga akibat menghirup gas kimia beracun yang bocor di dalam pabrik penyamakan kulit tersebut.

Beruntung dua orang lainnya, yakni Daud Cahya Pamungkas,40, dan Deny Waldi Rajaguguk,23, selamat dari maut. Sementara itu pabrik penyamakan kulit itu ditutup sementara oleh polisi dengan memasang garis polisi.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan