Penari Cepuk saat menari sambil memainkan gamelan. (Ist)
Penari Cepuk saat menari sambil memainkan gamelan.(ist)

DENPASAR TIMUR, balipuspanews.com- Tari Kreasi baru Solah Ngerawit ‘ Cepuk’ merupakan penampilan Sekaa Gong Kebyar Dewasa Sanggar Semara Wijaya memukau penonton pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI, Sabtu (29/6) malam.

Bertempat di Panggung Ardha Candra, Taman Budaya, Art Center, Denpasar, penampilan Duta kabupaten Karangasem tampil lepas dari empat materi yang dibawakan.

Tari Solah Ngerawit ‘Cepuk’ merupakan tari kreasi baru yang dibawakan oleh Sanggar asal Banjar Bengkel, Desa Antiga Kelod, Kec. Manggis, Karangasem.

Penampilan memukau dari Sanggar Semara Wijaya tampil apik, antara melodi dan ritme gamelan disambut dengan gerakan tari yang elok dan agem yang tegas setiap gerak gerik tari.

Dentuman bedug tari Solah Ngerawit menggetarkan panggung Ardha Candra disambut lantunan angklung dan gender rambat lemah lembut mengundang decak kagum penonton yang memenuhi panggung berkapasitas ribuan penonton.

Sorak serontak penonton tak terelakkan dari awal hingga akhir dari tari pamungkas Semara Wijaya dan tak lepas juga tepuk tangan yang meriah silih berganti.

Membawakan empat materi dalam PKB yang mengangkat tema ‘Bayu Pramana’ yaitu pertama mempersembahkan kreasi baru Bayu Bajra, tari kekebyaran Manis Bayu, Sandya Githa Tri Tungga Premana, dan sebagai penutup sekaligus pamungkas Tari Solah Ngerawit Cepuk.

Garapan karawitan yang apik dan melodis dari seorang komposer I Kadek Suryantara AP, S.Sn, yang merupakan putra daerah jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Pria yang akrab disapa Dek Shaolin merasa bangga terhadap penabuh maupun penari yang sudah tampil maksimal dan berjalan lancar sesuai harapan. Namun dirinya mengajak teman-temannya jangan berbangga sampai disini, sebagai seorang seniman harus terus berkarya, berinovasi, dan berkreatifitas menjaga seni budaya Bali yang adi luhung ini.

“Terima kasih juga kami ucapkan kepada Sanggar Semara Wijaya, karena sanggar ini mampu mewadahi seniman dan bibit-bibit muda Karangasem, khusunya Desa Antiga. Teruslah berlatih dan asah kemampuan untuk menjadi seniman yang tak tampil memukau saat pentas dalam ajang PKB saja, tampil maksimal juga setiap menabuh baik untuk ngayah maupun menyama braya,” tandas pria segudang prestasi makendang.

Dalam Parade ini, Sanggar Semara Wijaya berhadapan dengan Sanggar Sekar Wangi, Desa Sidembunut, Kec. Bangli, Kab. Bangli yang juga membawakan empat materi yang sama namun berbeda garapan.

Turut hadir Gubernur Bali I Wayan Koster, Bupati IGA Mas Sumatri, Karangasem Artha Dipa, Bupati Made Gianyar, Wabup Bangli Sedana Arta Karangasem Artha Dipa beserta OPD kabupaten Karangasem dan Bangli, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. (bud/bpn/tim).