Kamis, Februari 22, 2024
BerandaBulelengCerita Singkat Pasar Banyuasri Hingga Jadi Kado Spesial HUT Kota Singaraja ke-417

Cerita Singkat Pasar Banyuasri Hingga Jadi Kado Spesial HUT Kota Singaraja ke-417

BULELENG, balipuspanews.com – Perjalanan Pasar Banyuasri terbilang tidak mudah, sejak mulai dirancang hingga menjadi kado spesial memang tidak semulus yang dibayangkan sebelumnya.

Awal dari dibangunnya pasar tidak lepas dari Kabupaten Buleleng yang merupakan wilayah yang masyhur dengan produksi buah lokal, dan salah satu tempat jual beli buah lokal terbesar dan tertua di Kota Singaraja adalah Pasar Banyuasri.

Melihat pentingnya Pasar Banyuasri bagi perekonomian Kota Singaraja, bangunan pasar yang sudah banyak lapuk memantik sebuah gagasan besar. Revitalisasi Pasar Banyuasri diputuskan untuk dilakukan, dengan rencana menjadikannya Pasar Buah terbesar, dan salah satu pusat ekonomi besar di Bali Utara.

Januari 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai menggodok semua ide untuk mengubah wajah Pasar Banyuasri. Revitalisasi dirancang sebagai upaya untuk mempertahankan pedagang kecil dan tradisional ditengah pesatnya perkembangan pasar dan toko-toko modern.

Sebuah ide untuk membuat pedagang kecil makin sejahtera, dengan memerhatikan standar kenyamanan pembeli yang semakin tinggi saat ini. Tepat pada Selasa 9 Januari 2018, Bupati Buleleng, Putu Agus menganggarkan dana sebesar 30 milyar rupiah untuk proses revitalisasi.

BACA :  Begal Bawa Parang Resahkan Warga, Dua Warga Berlindung ke Rumah Warga

Berangkat dari gagasan tersebut, beberapa langkah awal kemudian dilakukan, salah satunya mendengarkan beberapa masukan dari pihak konsultan. Pedagang pasar juga dilibatkan dalam penyampaian Detail Enginering Design (DED).

Dalam mewujudkan sebuah gagasan besar, tentu ditemui beberapa permasalahan, seperti gagal tender yang diakibatkan oleh rekanan tidak berani mengerjakan dengan alasan keterbatasan waktu. Risikonya cukup besar jika dikerjakan dengan waktu yang singkat.

Namun berbagai kendala yang dihadapi, tak menyurutkan niat Bupati Agus Suradnyana untuk terus melanjutkan prosesnya. Sampai pada akhirnya para pedagang pasar dan pedagang bermobil direlokasi. Sebanyak 700 pedagang berhasil direlokasi ke Terminal Banyuasri dan Jalan Samudra yang masing-masing terletak di sebelah timur dan barat Pasar Banyuasri.

Kemudian sebanyak 54 pedagang bermobil ditempatkan berjajar di lokasi yang disiapkan saat ini. Sebelum pemindahan, dilakukan pertemuan dengan para pedagang yang menempati lahan baru, demi memberikan sosialisasi terkait dengan lokasi berjualan dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan.

Relokasi pedagang telah dilakukan, revitalisasi pasar banyuasri memasuki babak baru, yakni proses pengadaan atau tender pembangunan fisik. Setelah melalui proses tender yang alot hingga menemukan pemenang, 12 Desember 2019 pengerjaan revitalisasi Pasar Rakyat Banyuasri resmi dimulai. Groundbreaking ditandai dengan pemasangan tiang pancang.

BACA :  Pemkot Denpasar Raih Peringkat Pertama Pengukuran Nasional IKK Tahun 2023 Kategori Pemerintah Daerah

Ditemui usai groundbreaking, Bupati Agus Suradnyana menuturkan revitalisasi Pasar Rakyat Banyuasri ini sebagai upaya penataan wajah kota, terlebih lagi interaksi ekonomi ditargetkan terbangun tinggi dengan revitalisasi ini. Tentu, membangun interaksi ekonomi harus dilakukan dengan tarikan-tarikan ekonomi seperti pasar yang bersih.

“Kalau pasar jadi bersih, sanitasinya bagus, penerangannya bagus, orang pasti akan datang,” tuturnya.

Memasuki tahun 2020, pandemi Covid-19 mulai menyerang dunia termasuk di Buleleng. Namun dengan tekad yang kuat, Bupati Agus Suradnyana memastikan proyek ini tetap berlanjut. Dengan skema pendanaan menggunakan anggaran tahun jamak atau multiyears.

Pendanaan proyek revitalisasi Pasar Banyuasri ini terdiri dari tiga unsur. Ketiga unsur tersebut adalah Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali, BKK yang berasal dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Kabupaten Badung dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Buleleng.

Akhir tahun 2020, pengerjaan revitalisasi Pasar Banyuasri di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng telah mencapai 92,5 persen.

“Tinggal 7,5 persen lagi. Astungkara lancar sehingga pada awal Desember 2020 bisa mencapai 100 persen,” jelasnya.

BACA :  Pendidikan Hingga Reformasi Birokrasi Akan Jadi Prioritas Pemkot Denpasar di Tahun 2025

Satu tahun berlalu semenjak awal revitalisasi. Dengan memanfaatkan 159 Milyar, segenap usaha Pemkab Buleleng akhirnya membuahkan hasil. Pasar Banyuasri kini tampil dengan wajah baru, menjadi pasar modern nan megah.

Pasar Banyuasri adalah kado terindah Pemkab Buleleng untuk HUT ke-417 Kota Singaraja. Kini, Pasar Banyuasri menjadi ikon dan kebanggaan bagi segenap masyarakat Kabupaten Buleleng.

“Perayaan HUT Ke-417 Kota Singaraja akan mengesankan. Dibukanya Pasar Banyuasri menjadi kado terindah untuk masyarakat Singaraja,” harapnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular