Cermati Kandungan SPF, Jangan Asal Beli Sunscreen

Ilustrasi - Dokter dari Regenesis Indonesia selalu siap dalam memberikan edukasi bagi masyarakat. (Foto: balipuspanews.com)
Ilustrasi - Dokter dari Regenesis Indonesia selalu siap dalam memberikan edukasi bagi masyarakat. (Foto: balipuspanews.com)

JAKARTA, balipuspanews.com – Semakin tinggi kandungan sun protection factor (SPF) dalam sunscreen atau losion tabir surya maka semakin efektif untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Sejauh ini ada beberapa jenis tabir surya dengan kandungan SPF berbeda, misalnya SPF 15, SPF 30, SPF 50, dan SPF 100.

Bukan hanya melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet, kandungan SPF dalam tabir surya juga dapat memproteksi kulit dari sinar elektromagnetik, dan mencegah penuaan dini.

“Jadi, meski berada di rumah, tidak terkena sinar matahari langsung, sebaiknya tetap memakai tabir surya untuk melindungi kulit,” kata Dokter Farah Erman dari Regenesis Indonesia, dalam konferensi pers virtual Regenesis Open Education (ROE), baru – baru ini.

Terdapat tiga jenis sinar ultraviolet, berdasarkan panjang gelombangnya, yakni ultraviolet A, B dan C.

Sinar ultraviolet A terdapat pada 95 persen sinar matahari, dapat menembus awan dan ozon, hingga masuk ke bumi. Menurut Farah, sinar ultraviolet A bisa menembus kaca jendela bahkan masuk ke lapisan kulit yang paling dalam.

Sedangkan sinar ultraviolet B terdapat hanya 5 persen pada sinar matahari karena dapat terserap oleh ozon dan awan. Namun, kata Farah, kulit yang terpapar sinar ultraviolet B dalam durasi lama bisa terbakar atau menjadi berwarna gelap.

Adanya banyaknya pilihan jenis tabir surya dengan kandungan SPF berbeda, mana yang pas buat kita?

Menurut Pemimpin Bidang Edukasi Profesional dan Penelitian Rumah Sakit Pendidikan Dokter Sutomo, Surabaya, Cita Prakoeswa, untuk kulit orang Asia, jumlah SPF pada tabir surya yang direkomendasikan adalah di atas 30.

Agar tabir surya dapat melindungi kulit secara maksimal, menurut Cita, dosis yang pas untuk kulit wajah dan leher yakni 1-2 sendok teh. Pemakain diulang setiap delapan jam.

Mengoles tabir surya pun tidak boleh asal-asalan. Agar tabir surya terserap kulit degan sempurna, usapkan yang dilakukan sebaiknya melawan arah gravitasi atau dari bawah ke atas.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan