Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, Rektor Universitas Dhyana Pura
Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, Rektor Universitas Dhyana Pura

OLEH : Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, Rektor Universitas Dhyana Pura

OPINI ANDA, balipuspanews.com -Self evaluation menggunakan 21 butir pertanyaan terkait aktivitas responden di luar rumah, terpapar oleh anggota keluar lainnya yang beraktivitas di luar rumah, dan kondisi daya tahan tubuh, maka dapat digambarkan bahwa 30,3 persen responden berada pada resiko terpapar coronavirus atau kategori resiko rendah.

Setelah adanya himbauan pemerintrah untuk bekerja dari rumah, ternyata 69,7 persen kemungkinan besar responden tidak berada dalam resiko karena paham dan melakukan penilaian resiko pribadi secara konsisten.

Survei ini dilakukan dengan sukarela tanpa tendensi untuk mencari keuntungan materi, ataupun popularitas atas kondisi yang terjadi saat ini.

Survei diikuti oleh 134 responden yang terdiri dari 11,2 persen, Pegawai Pemerintah (ASN, TNI,POLRI), 26,9 persen Guru/Dosen, 8,2 persen Pelajar/Mahasiswa. 12,7 persen Pekerja Pariwisata, 2,2 persen Pekerja Jasa Keuangan, 13,4 persen Usaha Sendiri, 0,7 persen Rohaniawan, dan 24,6 persen Profesi Lainnya.

Survi dilakukan semata-mata untuk mengukur potensi terpapar coronavirus di luar rumah semenjak himbauan bekerja dari rumah diberlakukan yang menunjukkan bahwa 67,9 persen responden masih keluar rumah, 4,5 persen responden masih menggunakan kendaraan umum, 44,8 persen responden keluar rumah tanpa menggunakan masker, 14,9 persen responden masih melakukan jabat tangan, 20,1 persen responden tidak mencuci tangan dengan hand sanitizer sepulang dari luar rumah, 67,2 persen responden terpaksa menyentuh benda yang juga disentuh orang lain, 35,1 persen responden tidak menjaga jarak 1,5 meter dengan orang lain, 20,9 persen mereka masih makan di luar rumah (warung/restoran), 65,7 persen belum terbiasa minum air hangat, 10,4 persen mengaku tinggal di wilayah/keluarahan/desa tempat pasien terpapar Coronavirus.

Survei juga dilakukan untuk mengukur potensi terpapar coronavirus walaupun telah berada di dalam rumah. Hasil survei menunjukkan bahwa 30,6 persen mereka tidak pasang Hand Sanitazer di rumah, 4,5 persen tidak mencuci tangan setelah tiba di rumah, 12,7 persen tidak menyediakan (tissu basah, antiseptic, masker, sabun), 56 persen tidak segera merendam pakaian setelah dari luar rumah, dan 43,3 persentidak memberi-tahukan cara mengurangi potensi penularan Coronavirus ini kepada anggota keluarga di rumah.

Survie juga dilakukan untuk mengukur potensi terpapar coronavirus kerena daya tahan tubuh (imunitas). Hasil survei menggambarkan bahwa 34,3 persen responden tidak kena/jemur di matahari 15 menit dalam sehari, 52,2 persen tidak olahraga/jalan kaki minimal 30 menit setiap hari, 28,4 persen Jarang Minum Vitamin C & E, dan kurang tidur, 3 persen berusia diatas 60 Tahun, dan 5,2 persen mempunyai riwayat penyakit jantung/diabet/gangguan napas kronis. Pada Faktor daya tahan tubuh ini tergambar bahwa 25 persen berada dalam resiko terpapar Coronvirus karena memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Hasil online dapat ditelusuri via url https://bit.ly/3bnqvIW.

Hasil penelitian ini tentu saja tidak dapat menggambarkan kondisi Bali secara menyeluruh yang memiliki populasi sekitar 4 juta orang, namun demikian, setidaknya memberikan gambaran sekilas bahwa betapa pentingnya mengikuti himbauan pemerintah, dan mengikuti anjuran para tenaga kesehatan untuk mengurangi resiko terpapar Coronavirus atau COVID-19 ini (Utama, 26 Maret 2020).