Covid-19 Sebabkan Pendapatan Pekerja Informal Turun Drastis, Solusinya Perbanyak Bansos

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat bercengkerama dengan seorang juru parkir (jukir), Minggu (20/9/2020)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat bercengkerama dengan seorang juru parkir (jukir), Minggu (20/9/2020)

JAKARTA, balipuspanews.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pentingnya strategi jangka panjang dari pemerintah pusat dan daerah untuk menyelamatkan ekonomi warga ditengah pandemi COVID-19.

Menurutnya, diperlukan strategi jitu untuk bisa menyelamatkan dua sisi berlawanan yaitu antara upaya penyelamatan kesehatan masyarakat dan upaya menyelamatkan perekonomian negara maupun daerah.

“Perlu strategi jangka panjang dari pemerintah pusat dan daerah untuk menyelamatkan ekonomi warga ditengah penyelamatan kesehatan dan keselamatan jiwa warga,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Ia menambahkan, jangan sampai karena perut yang lapar, memaksa sebagian warga melakukan kriminalitas. Akibatnya penyebaran Covid-19 malah semakin tak terkendali, perekonomian juga semakin menjadi sulit, dan angka kriminalitas meninggi.

“Apalagi pandemi Covid-19 ini masih akan berlangsung dalam periode yang cukup lama. Bahkan bisa sampai pertengahan tahun 2021,” imbuhnya.

Sementara ruang gerak masyarakat kembali diperketat antara lain pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena angka penyebaran jumlah penularan virus corona (Covid-19) yang meninggi.

Akibatnya, pendapatan kalangan pekerja informal lainnya kembali akan turun tajam. Oleh karena itu, solusi jangka pendek yang diusulkan adalah melakukan jaring pengaman dengan memperbanyak bantuan sosial (bansos).

“Salah satunya dengan memperbanyak pemberian bantuan sebagai jaring pengaman sosial. Tanpa adanya jaring pengaman berupa bantuan sosial, mereka bukan hanya akan kesulitan melainkan bisa terpuruk,” tandas Bamsoet.

Penulis/Editor : Hardianto/Oka Suryawan