Kapal kandas
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jembrana,  balipuspanews. com -Kapal motor penumpang (KMP) Liputan Xll kandas, setelah hanyut karena terseret arus, Kamis (2/8) tengah malam.

Sebelumnya KMP Liputan Xll saat berlayar dari dermaga Landing Craft Macine (LCM) pelabuhan Ketapang Banyuwangi, meski angin cukup kencang tidak mengalami masalah. Namun saat tiba sekiyar 300 meter dari dermaga LCM pelabuhan Gilimanuk, KMP yang di nahkodai Edwan Panjaitan tersebut terseret arus deras.

Sehingga arah kapal yang awalnya menuju dermaga LCM pelabuhan Gilimanuk berubah karena hanyut. Akhirnya kapal kandas di perairan dangkal sebelah timur lampu merah. Setelah kandas, nahkoda dan awak kapal berusaha melakukan olah gerak agar bisa lepas dari perairan dangkal.

Namun karena air surut, kapal tetap kandas. Untuk mengurangi resiko, Nahkoda kemudian meminta agar penumpang dievakuasi.

Sekitar pukul 01.00 Jumat (3/8) tim gabungan dari Polair, TNI Al dan SAR melakukan evakuasi terhadap 25 penumpang KMP Liputan Xll. Untuk mengevakuasi penumpang tim SAR gabungan mengunakan dua kapal Rib.

“Evakuasi semua penumpang kita lakukan duakali bolak-balik,” ujar Komang Sudiarsa, Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana.

Evakuasi penumpang tersebut cukup kesulitan karena disekitar lokasi kapal kandas gelombang cukup tinggi dan anfin juga kencang. Namun evakuasi bisa dilakukan dan selesai sekitar pukul 02.40.

Setelah semua dievakuasi dengan selamat penumpang kemudian dibawa ke ruang VIP ASDP, Gilimanuk.

Sementara nahkoda dan awak kapal serta 16 truk yang masih tetap diatas kapal.

Sementara itu Syahbandar Gilimanuk Nyoman Suryantha saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, setelah dievakuasi dan ditempatkan di ruang VIP ASDP mereka diberikan makan.

“Sambil menunggu kendaraan, kebutuhan mereka ditanggung perusahaan pemilik kapal yang kandas itu,”ujarnya

Pihak perusahaan sudah sempat berkoordinasi dengan Pelindo Tanjungwangi pemilik tag boat yang akan digunakan untuk menarik KMP Liputan Xll. Saat puncak air pasang sekitar pukul 12.50 penarikan rencananya akan dilakukan. “tetapi karena angin kencang maka penarikan ditunda dan menunggu air pasang pada malam hari,” ujarnya.(nm/bpn/tim)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar...