cuaca buruk di selat Bali
cuaca buruk di selat Bali

NEGARA, balipuspanews.com – Pelayaran kapal-kapal yang melayani penyebrangan di Selat Bali, kamis (21/5) sempat dihentikan. Penghentian tersebut dilakukan karena cuaca buruk yang terjadi membahayakan pelayaran kapal.

Cuaca buruk yang mengganggu penyebrangan itu, diawali dengan mendung tebal diatas selat Bali. Sekitar pukul 16.00 hujan deras turun dan disertai angin kencang. Akibatnya diperairan selat Bali yang menjadi alur pelayaran kapal, terjadi kabut yang membuat jarakj pandang sangat terbatas.

Jarak pandang yang terbatas itu mengakibatkan nahkoda atau juru mudi kapal sulit memantau situasi disekitarnya ditambah angin kencang, sehingga mengakibatkan kesulitan mengendalikan kapal yang bisa membuat kapal bertabrakan dengan kapal lain atau hanyut dan kandas.

Melihat cuaca buruk yang membahayakan pelayaran kapal Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) kemudian memutuskan untuk menutup sementara pelayaran kapal yang melayani penyebrangan di selat Bali.

Penutupan dilakukan pukul 16.10 dan semua nahkoda diminta untuk membawa kapalnya ke tempat yang aman dan kapal yang masih sandar tetap didermaga. Beruntung saat penutupan penyebrangan penguna jasa tidk banyak sehingga tidak sampai terjadi antrean kendaraan.

“Jika tidak ada pembatasan penumpang karena wabah covid-19 ini antrean kendaraan pasti sangat panjang karena pada H-3 Lebaran biasanya sedang puncak arus mudik,” ujar seorang petugas pelabuhan.

Kepala UPP Gilimanuk I Ketut Aryadana, ketika dikonfirmasi mengatakan, penutupan sementara dilakukan karena jarak pandang di jalur pelayaran kapal sangat terbatas dan membahayakan kapal. Namun cuaca buruk tersebut hanya terjadi sebentar dan 10 menit kemudian sudah berlalu.

“Pukul 16.20 cuaca sudah membaik dan penyebrangan dibuka kembali. Semua kapal bisa beroprasi kembali,” terangnya.

Penulis/editor : anom