Sabtu, Juni 22, 2024
BerandaKarangasemCuaca Ekstrem, Tim SAR Kesulitan Evakuasi Jenazah Pendaki yang Meninggal di Puncak...

Cuaca Ekstrem, Tim SAR Kesulitan Evakuasi Jenazah Pendaki yang Meninggal di Puncak Gunung Agung

KARANGASEM, balipuspanews.com – Proses evakuasi terhadap jenazah seorang pendaki yang meninggal dikawasan Puncak Gunung Agung, Karangasem, Bali berlangsung cukup dramatis.

Selain dihadapkan medan terjal, Tim SAR gabungan juga harus menerobos cuaca ekstrem, mulai dari kabut tebal, hingga hujan deras dan angin kencang disepanjang jalur evakuasi.

Butuh sekitar 28 jam lamanya, sebelum akhirnya tim SAR gabungan yang terdiri dari personil Basarnas, BPBD, TNI dan Kepolisian serta sejumlah pemandu lokal berhasil membawa jenazah Alexander BH,60, sampai di pos Pengubengan, pada Kamis (14/3/2024) pagi.

Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Wayan Suwena mengungkapkan, kondisi cuaca hujan menjadi kendala selama jalannya evakuasi. Bahkan disamping hujan dan angin sangat kencang, kabut tebal juga membuat jarak pandang hanya sekitar 1 meter saja.

SRU (unit yang melakukan operasi) pertama berangkat dari Pos Pengubengan pada pukul 03.00 WITA dan disusul SRU berikutnya sekitar pukul 08.20 WITA. Setelah perjalanan kurang lebih 9 jam lamanya, SRU pertama akhirnya tiba di lokasi penemuan jenasah.

BACA :  Pemkot Denpasar Genjot Digitalisasi Belanja Daerah Lewat KKPD

“Proses evakuasi dilakukan dengan cara estafet dari SRU 1 hingga SRU 4. Semakin malam kondisi cuaca tidak kondusif, terjadi hujan badai. Kondisi tersebut memperlambat gerak tim SAR gabungan. SRU 1 dan SRU 2 turun terlebih dahulu, dan upaya evakuasi dilanjutkan SRU 3 dan SRU 4. Pada Kamis (14/3/2024) pagi pukul 07.12 Wita jenasah Alexander telah tiba di Pos Pengubengan, selanjutnya dibawa menuju RSUD Karangasem dengan menggunakan mobil jenazah,” kata Suwena.

Penulis : Gede Suartawan 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular