Cuaca Panas, Masyarakat Diimbau Waspadai Penyebaran Penyakit

276
Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya
Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya

DENPASAR TIMUR, balipuspanews.com- Cuaca di Denpasar belakangan ini cukup menyengat, dengan suhu yang mencapai 33° C. Kondisi perubahan musim tersebut patut diwaspadai masyarakat, sebab cuaca panas juga diikuti dengan meningkatnya penyebaran penyakit karena virus. Seperti influenza, Infeksi saluran pernapasan (ISPA), termasuk dehidrasi pada orang dengan kelainan jantung.

Hal tersebut disampaikan Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, saat ditemui Rabu (27/2) di Renon. Ia menyampaikan, pada umumnya, daya tahan tubuh manusia akan melemah ketika suhu panas.

Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat dapat membiasakan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), dengan kebutuhan gizi yang terpenuhi, olahraga dan istirahat yang cukup.

“Cuaca panas memungkinkan timbulnya resiko kesehatan, dehidrasi, berkembangnya penyakit tertentu, virus berkembang,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengatisipasi terjangkit virus, Suarjaya berbagai tips, diantranya minum air putih yang cukup, konsumsi buah dan sayur, melakukan aktifitas fisik tidak saat cuaca panas.

“Olahraga bisa pagi atau sore. Yang terpenting menerapkan pola hidup sehat, walaupun terjadi perubahan cuaca, tidak masalah,” bebernya.

Salah satu penyakit yang disebabkan virus, yakni Demam Berdarah Dengue (DBD).

Jumlah kasus sempat meningkat Januari lalu hingga 336 kasus, tertinggi di Buleleng dengan 86 kasus. Namun Februari menurun, hanya terdapat 258 kasus, yang tertinggi di Buleleng dengan 127 kasus.

Menurut Suarjaya kasus DBD di Bali masih tergolong aman karena tidak tergolong Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Masih bisa diatasi, tidak KLB dan tidak ada yang meninggal, itu yang penting,” pungkasnya. (bud/bpn/tim)

Loading...