Pelaku diamankan oleh aparat Kepolisian
Pelaku diamankan oleh aparat Kepolisian

DENPASAR, balipuspanews.com -Keberadaan usaha Money changer  tanpa izin atau ilegal, kini semakin marak di  wilayah Ubud, ironisnya, di tengah persaiangan ketat, aksi penipuan dilakukan hingga banyak menuai keluhan wisatawan.

Memberi aspek jera terhadap para penipu ini, dua orang petugas money changer pun diamankan oleh tim Opsnal Reskrim Polres Gianyar, setelah ketahuan menipu wisatawan Argentina senilai Rp 2,9 juta. Ironisnya,  pelaku  ini sudah sering melakukan penipuan sejenis, hanya saja jumlahnya sedikit dan setiap ketahuan hanya bermodalkan minta maaf.

Selain mengamankan barang bukti berupa uang serta dua orang pegawai, tempat usaha penukaran mata uang asing tersebut juga disegel lantaran tidak memiliki izin.

Lebih lanjut, aprt juga akn terus melakukan pengembangan dengan memeriksa pengusahanya, untuk memastikan perannya dalam  aksi kejahatan ini.

“Sementara baru dua pelaku kami amankan. Masing-masing I Komang Darmawan (23) dan I Komang Udik Aryawan (19) yang keduanya berasal dari Desa Ban, Kubu, Karangasem,” ungkap Kasatreskrim Polres Gianyar, AKP Deni Septiawan, Senin (24/2).

Kasus ini terungkap, setelah korbannya Joaquin Fernan (26) asal Argentina mengeluhkan uang yng diterimany kurang dari kesepakatan awal. Kejadiannya,  Hari Sabtu lalu  dimana korban bersama temannya  datang ke money change tempat kedua pelaku bekerja.

Di sana, Fernan menukarkan mata uang asing senilai 800 USD. Dalam transaksi tersebut dinilai tukar per dolar disepati Rp 13.725.

Dari Total uang yang diterima korban seharusnya Rp 10.980.000, Kanyataannya korban menerima  uang hanya Rp 8.080.000. Sementara kekurangan uang lagi Rp 2,9 juta.

” Dalam aksinya, kedua pelaku cukup lihai. Salah stau mengalihkan perhatian korban, pelkau lainnya menjatuhkan uang ke dalam kolong meja,” terangnya.

Ironisnya, dari keterangan pelaku, aksinya ini sudah sering dilakukannya. Hanya saja mereka tumben serakah hingga akhirnya ketahuan.  Sebelumnya, mereka hanya mengambil uang korbannya kisaran Rp 100 ribu hingga 250 ribu. Kalaupun ketahuan, mereka cukup minta maaf dengan alih salah hitung.

Namun sayang, korbannya yang terakhir ini tidak terima dengan uangnya yang kurang setelah  dihitung ulang  di hotel.

Merasa ditipu, iapun balik ke sana dan menyatakan keberatannya. Korban juga melaporkan tindakan kedua pegawai tersebut ke petugas hotel tempatnya menginap.

Lalu, petugas hotel yang tak ingin pariwisata terusik oleh oknum seperti itu, lantas melapor ke Pecalang Desa Padangtegal Ubud.

Lanjut itu, pecalang melaporkan ke polisi dan hari itu juga pelaku diamankan.

“Untuk smentara tempat usahanya juga kami segel hingga mengantongi izin lengkap,” tambah Deni.

Menganai banyak usaha money changer liar di wilayah Ubud, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Gianyar dan instansi terkait lainnya.

Kepada pemandu wisatawan,  dan masyarakat juag diharapkan  mengarahkan wisatawan untuk menukarkan uangnya di tempat yang sudah berizin. Meski demkian, sebelum meninggalkan tempat penukaran, agar dipastikan uang yang diterima sesuai dengan kesepakatan.(catur/BPN/tim)