Pelaku MA dan MI saat dihadirkan di Mapolres Buleleng, Senin (10/6).
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Dua orang pria warga Kampung Bugis, Kecamatan/Kabupaten Buleleng berinisial MA (32) dan MI (32) digelandang ke Mapolres Buleleng, setelah keduanya terbukti melakukan tindak pencurian sarang burung wallet.

Tak sampai disitu, kedua pelaku melakukan aksi tak terpuji itu sebanyak tiga kali di lokasi serupa.

Seijin Kapolres Buleleng, KBO Reskrim Polres Buleleng, Iptu Dewa Sudiasa mengungkapkan, kedua pelaku mencuri sarang burung walet milik tetangganya sendiri bernama Muhammad Ahmad Syammakh (30) yang berlokasi di Jalan Airlangga, Kelurahan Kampung Bugis sebanyak tiga kali. Aksi pencurian itu mulai dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Hingga terakhir dilakukan pada 20 Mei lalu.

Modusnya, mereka masuk ke dalam toko milik korban dengan memanjat tembok menggunakan tangga. Selanjutnya, kedua pelaku naik ke lantai dua, dan langsung menuju ke gudang sarang burung walet milik korban. Pintu gudang yang sebelumnya tergembok, dirusak oleh pelaku dengan menggunakan obeng.

“Mereka ini mengambil sarang burung walet itu secara bergantian. Terkahir mereka mencuri pada 20 Mei lalu, ada 17 pecahan sarang walet yang mereka curi, dengan nilai Rp 500 ribu. Sarang itu dijual kepada penadah di wilayah Kampung Kajanan” ungkap Iptu Sudiasa, Senin (10/6) di Mapolres Buleleng.

Nah, begitu tahu sarang waletnya dicuri, pria yang tinggal di Jalan Pattimura, Kelurahan Kampung Bugis inipun lantas melaporkan kejadian ini ke Mapolres Buleleng. Berdasarkan hasil penyelidikan, terkuak bahwa pelaku dari aksi pencurian itu adalah MA bersama rekannya MI. Hingga akhirnya keduanya diciduk di kediamannya masing-masing pada Rabu (22/5).

Kepada awak media, MA yang ditemui di Mapolres Buleleng berkilah jika pencurian itu terpaksa ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk makan sehari-hari. Saya tidak kerja. Kita sama-sama mencuri, hasilnya bagi dua. Nyuri sarang walet karena lokasinya dekat rumah,” singkatnya.

Atas ulahnya, MA dan MI pun dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.