Dagang Narkoba, Korlap Ormas Diringkus BNNP Bali

Kabid Berantas BNNP Bali AKBP I Ketut Arka menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu

Denpasar, balipuspanews.com – JA (54) yang dikenal sebagai koordinator lapangan sebuah ormas di wilayah Jimbaran, Badung, ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali terkait aktivitasnya berdagang narkoba jenis sabu-sabu.

JA diringkus petugas di rumah istri keduanya yang terletak di Jl Uluwatu No. 37 Jimbaran, pada Senin (22/1), dengan barang bukti sabu-sabu seberat 5,72 gram.

“Aktivitas JA berjualan narkoba sudah dijalani setahun belakangan ini. Mula-mula sabu-sabu itu digunakan sendiri, lama-lama dijual ke temannya,” ujar AKBP I Ketut Arka, Kabid Berantas BNN Bali dalam acara jumpa media, pada Selasa (23/1).

Dia melanjutkan, penangkapan JA berdasarkan informasi dari masyarakat. Ketika petugas bergerak dan melakukan penggeledahan di kamar JA, ditemukan 11 paket diduga narkotika berupa metamphitamine (sabu-sabu).

Selain JA, ditangkap juga WS yang merupakan anak buah JA yang bertugas menjual sabu-sabu kepada konsumen. Kemudian, salah seorang pembeli dengan inisial KS juga ikut ditangkap. Ketika digeledah pada badan KS, petugas menemukan 1 paket sabu-sabu seberat 0.38 gram.

Selama ini, modus yang digunakan JA dalam mengedarkan sabu-sabu ialah dengan menyediakan tempat sekaligus narkotikanya. Harga 1 paket sabu-sabu berkisar Rp 500 ribu. Konsumen yang datang bisa langsung membeli untuk digunakan di tempat atau dibawa pulang.

“Untuk tersangka JA, KS dan WS disangka melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 atau pasal 112 Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukum minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup,” ujar dia.

Menurut AKBP Ketut Arka, selain mereka bertiga, juga diamankan 12 orang terdiri atas 10 laki-laki dan 2 wanita. Mereka diamankan karena ketika dilakukan penggeledahan badan, ditemukan uang yang rencananya digunakan untuk membeli sabu-sabu.

“Ketika dilakukan tes urine, hasilnya positif mengandung methamphetamine dan amphetamine, sehingga masih kita amankan. Kedua belas orang itu ialah MD, KW, AP, MM, MS, MS, GW, KP, KT, WM, GG dan VS,” katanya.