Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SEMARAPURA,balipuspanews.com– UPK kecamatan Klungkung menggelar Rapat Anggota Tahunan ( RAT) dengan agenda laporan pertanggungjawaban keuangan tahun 2018  dikantor kelurahan Semarapura Kelod, Minggu ( 13/1/2019).

Hadir dalam rapat tahunan itu camat Klungkung Komang Wisnu Adi, perbekel dan lurah sekecamatan Klungkung.

Sejak memulai kegiatan program pengembangan Kecamatan PPK di akhir tahun 2003 dan program pengembangan Kecamatan tersebut berubah nama menjadi program nasional pemberdayaan masyarakat PNPM Mandiri pedesaan yang berakhir programnya oleh pemerintah pada akhir tahun 2008 yang lalu.

Namun satu satunya yang masih bertahan  kini adalah UPK Kecamatan Klungkung masih tetap eksis dan dikenal oleh masyarakat Klungkung . Di mana modal awalnya  hanya dengan dana Rp 531 juta dalam kurun waktu 4 tahun kini UPK Kecamatan Klungkung mampu meningkatkan permodalan hingga saat ini sudah mencapai Rp 1,9 miliar.

Menurut Kepala UPK Kecamatan KLungkung Drs Ketut Gede Puja menyebutkan, bahwa UPK Kecamatan Klungkung yang beralamat di Jalan Kecubung nomor 38 Semarapura Klod yang bergerak melayani permodalan usaha kecil khusus untuk kelompok usaha perempuan yang meliputi seluruh desa dan kelurahan di kecamatan Klungkung pada awal memulai kegiatan usaha UPK Kecamatan Klungkung hanya melayani 10 kelompok usaha perempuan, sedangkan sampai saat ini sudah melayani 110 kelompok yang beranggotakan hingga 652 orang pemanfaat  unit usaha ini.

” Persaingan antar lembaga keuangan di wilayah  ini memang mempengaruhi secara signifikan dalam mencapai target rencana keuangan bahkan melebihi target hingga 7 persen lebih dengan pencapaian laba 245 juta tahun 2018 yang awalnya direncanain hanya 2 persen peningkatan dari tahun 2017 sebesar Rp  228 juta,” jelasnya .

Lebih jauh dirinya menyebutkan bahwa kemajuan UPK Kecamatan Klungkung tersebut bisa berhasil seperti ini berkat kepercayaan nasabah dan koordinasi baik antara pengurus dan pengawas titik kami juga mengedepankan koordinasi antar elemen di bawah yang menjadi penopang kuatnya kelompok usaha perempuan yaitu para aparat desa yang secara intens kami ajak turut serta dalam mengawasi kelompok usaha perempuan hal tersebut sangat membantu kami dalam menjaga kolektibilitas pinjaman sehingga tumbuh akan hanya nol koma 31 persen pada tutup buku tahun 2018 .

Sementara itu Camat Klungkung Komang gede Wisnu Adi sebagai pembina badan kerjasama antar desa di Kecamatan Klungkung mengatakan, selaku pembina dirinya sudah sangat mengapresiasi kemajuan unit UPK Klungkung yang mampu membantu sektor sosial dan perekonomian di pedesaan dan kelurahan di kecamatan Klungkung bahkan dapat menjaga kolektibilitas pinjaman hingga di bawah 1 persen.

” Apa yang sudah dipaparkan baik keberhasilan dan fungsi ekonomi maupun sosial sudah mampu dikembangkan oleh UPK Kecamatan Klungkung hal ini sudah tentu menjadi kebanggaan di kecamatan Klungkung,” ujar Komang Wisnu Adi mengapresiasi keberhasilan UPK KLungkung ini.

Dipihak lain Kepala BKAD (Badan Kerja Sama Antar Desa/Kelurahan) KLungkung Drs Ketut Suastika  bahkan  menyebutkan keberhasilan UPK KLungkung mengelola keuangannya dengan sehat dan menjadi contoh positif ini mendapatkan atensi khusus dari UPK  Propinsi NTT.

“ Ada dari UPK Kecamatan Atambua barat sempat berkunjung ke Klungkung ingin belajar tentang pengelolaan keuangan dan kiat-kiat dalam penanganan masalah tunggakan ujar tokoh masyarakat Desa Akah yang juga pengacara ini optimis.

Pada pelaksanaan RAT ini  dirinya  menyatakan rasa bangganya atas kinerja UPK Kecamatan Klungkung pada tahun 2018.

“ Kami selalu mengadakan koordinasi baik secara lisan maupun surat antar pengurus BKD Kecamatan Klungkung pengurus UPK Kecamatan Klungkung,” tambahnya.

Pencapaian  7 persen lebih dengan pencapaian laba 245 juta tahun 2018 ia awalnya di rencana hanya 2 persen peningkatan dari tahun 2017 sebesar 228 7 persen lebih dengan pencapaian laba 245 juta tahun 2018 ia awalnya di rencana hanya 2 persen peningkatan dari tahun 2017 sebesar 228 juta titik 7 persen lebih dengan pencapaian laba 245 juta tahun 2018 yang  awalnya di rencana hanya 2 persen  peningkatan dari tahun 2017 sebesar 228 juta.

Lebih jauh dirinya menyebutkan bahwa kemajuan UPK Kecamatan Klungkung tersebut bisa berhasil seperti ini berkat kepercayaan nasabah dan koordinasi baik antara pengurus dan pengawas.  Sampai saat ini kendala utama UPK Kecamatan Klungkung adalah permodalan yang diindikasikan dengan masih adanya antrian pengajuan pinjaman kelompok usaha perempuan yang belum bisa didanai pada tahun Desember 2018 lalu.

“ Permasalahan lain adalah tentang badan hukum yang masih menjadi permasalahan nasional saat ini hal ini kami lakukan walaupun  sekecil mungkin permasalahan yang dihadapi oleh UPK Kecamatan Klungkung dapat dicarikan  solusi mengatasinya  segera,” jelasnya.(Roni)

Advertisement
Loading...