Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBadungDalam Sehari, Dua Warga Petang Tewas Ulah Pati

Dalam Sehari, Dua Warga Petang Tewas Ulah Pati

MANGUPURA, balipuspanews.com – Peristiwa gantung diri atau ulah pati menimpa dua warga di Kecamatan Petang, pada Sabtu (24/9/2022). Kedua korban merupakan pria berusia lanjut (lansia) berinisial I Nyoman D,74, dan I Nyoman A,77.

Menurut Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana, pihaknya sudah menyelidiki kasus ini murni ulah pati. Bermula Nyoman D ditemukan tewas tergantung di sebuah poskamling Desa Belok Sidan, Petang, Badung. Ia ditemukan oleh saksi Wayan S saat kembali dari pasar sekitar pukul 06.00 WITA.

“Temuan itu lantas disampaikan oleh saksi yang juga sebagai Perangkat Desa ke anak korban, serta pihak berwajib. Sehingga keluarga pekak itu segera datang,” ungkapnya.

Setelah aparat kepolisian datang tubuh korban langsung diturunkan dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Petang II. Korban petani itu akhirnya dinyatakan tewas sebelum dilakukan pengecekan.

Iptu Sudana mengatakan dari keterangan anak-anaknya, selama setahun belakangan korban sudah 2 kali menjalani operasi karena ada daging tumbuh di perutnya dan prostatnya. Bahkan belum lama ini korban disebutkan mengalami sesak nafas dan diantar berobat ke Mantri Banjar Tinggan, pada Jumat (23/9/2022).

BACA :  Dorong Akses Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, TPAKD Buleleng Diluncurkan

Tapi setiba di rumah, korban ditinggal oleh anaknya ke rumah duka tetangga yang meninggal.

“Anaknya tinggal terpisah dari korban, terakhir dicek itu korban masih istirahat di kamarnya,” tambahnya.

Selanjutnya jenazah korban dibawa langsung ke setra untuk diadakan prosesi upacara kematian, baik pembersihan jenazah maupun hal lain. Pasalnya, menurut Dresta Desa Adat setempat, tidak boleh membawa jenazah korban ulah pati (bunuh diri) ke rumah.

“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan bahwa korban gantung diri karena sudah tidak tahan menghadapi penyakit yang dideritanya,” ungkapnya.

Ulah pati kedua dilakukan oleh I Nyoman A,77. Ia pertama kali ditemukan oleh anaknya Ni Nyoman A,56, yang baru kembali dari ladang.

“Saksi anaknya menemukan korban sudah gantung diri di kamar cucunya, Desa Pelaga, Petang, sekitar pukul 08.00 WITA, terang Iptu Sudana.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan Puskesmas Petang II, korban dinyatakan sudan meninggal dunia selama dua jam.

“Korban disemayamkan di rumah duka, motif masih didalami,” ungkapnya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan

BACA :  Transaksi BBTF Ditarget Capai Rp 7,61 Triliun
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular