Sembako mulai merangkak naik
Sembako mulai merangkak naik

TABANAN, balipuspanews.com – Dampak mewabahnya virus corona atau Covid-19 mulai dirasakan kalangan ibu-ibu rumah tangga. Seperti apa? Berikut laporannya.

Seorang ibu rumah tangga Sagung Dian, Selasa (31/3) yang tinggal diseputaran kota Tabanan mengeluhkan harga-harga kebutuhan dapur seperti cabe dan sayuran mulai meroket. Bahkan harga sarung tangan berbahan plastik juga disebutkannya meningkat drastis.

“Kemarin pagi (Senin, 30/3) saya belanja di pasar, harga-harga mulai naik. Sawi hijau satu ikat isi tiga batang harganya Rp 5 ribu, cabai kecil Rp. 90 ribu per kilogram, bahkan sarung tangan plastik yang beberapa hari lalu harganya dikisaran Rp. 9 hingga Rp.10 ribu sekarang menjadi Rp.15 ribu,” ungkapnya.

Sagung Dian berharap lonjakan harga ini tidak berlangsung lama dan juga tidak terjadi pada kebutuhan dapur lainnya. Misalnya beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

“Semoga saja harga beras tetap stabil. Kalau harga beras ikut naik, waduh, warga jadi kurus-kurus,” ucapnya berseloroh.

Terkait dengan itu, Sagung Dian berharap agar instansi terkait segera mengambil langkah kongkrit untuk menghindari lonjakan harga-harga kebutuhan pokok. Ia mengaku miris karena harga sayuran saja sudah naik. Padahal sekarang sedang musim hujan, berbagai jenis sayuran gampang hidup.

Senada dengan Sagung Dian, ibu rumah tangga lainnya Ibu Putu Sri yang juga dari seputaran kota Tabanan mengaku sangat merasakan dampak virus corona terkait dengan aktivitas jual beli di pasar.

Sri yang mengaku hanya ibu rumah tangga ini menyoroti jam operasional pasar saat ini. Yakni dibuka mulai jam sebelas siang dalam rentang waktu tiga jam. Baginya, ini juga menyebabkan harga-harga menjadi melonjak.

“Dengan waktu buka yang singkat, belanja jadi “makepung-kepungan,” jelasnya.

Ia mengaku sangat memahami tujuan baik pemerintah dibalik pengaturan jadwal bukanya pasar. Meski demikian ia mencoba mengajukan usul terkait jam buka pasar pada pasar-pasar di Kota Tabanan. Seperti Pasar Induk, Pasar Dauh Pala dan Pasar Pesiapan.

“Usul saya, pasar-pasar di kota Tabanan sebaiknya dibuka bergiliran untuk menghindari kerumunan dan untuk memberi keleluasaan waktu bagi masyarakat untuk berbelanja. Misal pagi untuk jam buka Pasar Induk, siang untuk Pasar Dauh Pala dan sore untuk Pasar Pesiapan,” tutupnya. (Rah/BPN/ tim)