Dampak Gempa di Buleleng, Kerugian Capai Rp 2,814 Miliar

Singaraja, balipuspanews.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat kerugian sementara di akibat gempa terjadi di Lombok Utara berkekuatan 7,0 SR pada Minggu (5/8) mencapai Rp 2,814 miliar.

Kerugian diprediksi akan bertambah, mengingat belum sepenuhnya desa terdampak melaporkan kerusakan.

 

Data BPBD Buleleng, jumlah kerusakan tersebut berasal dari Kecamatan Tejakula, Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Sawan, Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sukasada. Sedangkan empat kecamatan lainnya seperti Kecamatan Seririt, Kecamatan Banjar, Kecamatan Busungbiu dan Gerokgak masih nihil laporan kerusakan.

 

Sekretaris BPBD Buleleng Ketut Susila menjelaskan dari hasil survey, ratusan rumah mengalami kerusakan secara bervariasi. Mulai dari rata dengan tanah, dinding retak, lantai retak, atap rumah ambruk.

 

“Kerusakan terberat ada di Kecamatan Buleleng, khususnya di Desa Alasangker. Karena memang lahannya labil sehingga sekitar 117 rumah mengalami kerusakan,” kata Ketut Susila, Senin (7/8).

 

Selain rumah, pihaknya juga menerima laporan ratusan fasilitas umum seperti pura dan sanggah merajan juga mengalami kerusakan. Bahkan, tak sedikit Pura roboh akibat guncangan gempa sehingga harus dilakukan rehab.

 

“Kerugian sudah mencapai Rp 2,8 miliar. Sangat memungkinkan jumlah itu bertambah. Karena masih banyak desa yang belum melaporkan kerusakan di wilayahnya,” ungkapnya.

 

Langkah selanjutnya, BPBD Buleleng rencananya akan memfasilitasi untuk mengusulkan ke Provinsi terkait kerusakan rumah maupun tempat suci, merajan dadia yang rusak. Tak terkecuali biaya pengobatan korban luka pasca gempa juga akan diusulkan ke Gubernur agar diberikan bantuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here