Minggu, April 14, 2024
BerandaKarangasemDampak Kemarau, 10 Desa Terancam Alami Kekeringan 

Dampak Kemarau, 10 Desa Terancam Alami Kekeringan 

KARANGASEM, balipuspanews.com – 10 desa di Karangasem berpotensi mengalami kekeringan ekstrim akibat musim kemarau tahun ini.

Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Selasa (3/10/2023) mengatakan, untuk di Kabupaten Karangasem ada 37 Desa berpotensi kesulitan air bersih dampak musim kemarau ini, namun dari jumlah tersebut 10 Desa diantaranya berpotensi mengalami kekeringan ekstrim.

Dikatakan berpotensi terjadi kekeringan ektrim, karena 10 desa tersebut berada di atas ketinggian yang sulit untuk dijangkau ditambah tidak adanya sumber mata airnya dengan kondisi tanah yang tandus secara geografis.

“Ya ada 10 Desa yang berpotensi alami kekeringan ekstrim di Karangasem jika cuaca ekstrim misalnya mencapai 35°c ke atas, sementara saat ini baru mencapai 32.2 °c,” kata Arimbawa.

Adapun sepuluh desa yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem selama kemarau tersebar di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Kubu terdiri dari Desa Baturinggit bagian atas, Ban, Tulamben, Tianyar, Tianyar Barat, Kubu, Dukuh, Sukadana, serta Tianyar Tengah. Sedangkan untuk Kecamatan Karangasem ada satu yaitu wilayah Desa Seraya Timur.

BACA :  Tingkatkan Produksi Padi, Distan Buleleng Terapkan Inovasi Pertama di Bali

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Sosial Karangasem, Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, PDAM, & Bank serta pihak swasta untuk melakukan pendistribusian air bersih di wilayah terdekat.

Sejauh ini, BPBD Kabupaten Karangasem telah mendistribusikan air bersih di 2 Banjar di Desa Ban. Diantaranya Banjar Dinas Belong dan Bonyoh, jumlahnya air yang didistribusikan mencapai 14 ribu liter yang di tampung ke dalam cubang umum.

Penulis: Gede Suartawan

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular