Dampak Virus Corona, Harga Masker Naik 600 Persen

Ilustrasi masker. Masker langka dipasaran menyebabkan harganya naik hampir 600 persen. Ilustrasi BPN
Ilustrasi masker. Masker langka dipasaran menyebabkan harganya naik hampir 600 persen. Ilustrasi BPN

KARANGASEM, balipuspanews.com – Dampak virus corona semakin meluas sampai kabupaten ujung timur pulau Bali.

Tidak hanya mempengaruhi sektor pariwisata, belakangan harga masker dijumlah apotik yang ada di Kabupaten Karangasem juga melambung tinggi.

Tak tanggung – tanggung, informasi yang peroleh, harga masker per satu kotaknya bisa naik hingga berkali-kali lipat dari harga semula.

Untuk satu kotak masker dengan isian 50 pcs dari harga semula Rp. 30 sampai 40 ribu naik hingga diangka Rp. 250 ribu.

Selain mahal, ketersediaan masker diapotik juga mulai langka. Bahkan dari sejumlah apotik yang ada dijantung kota Karangasem hanya satu apotik saja yang masih memiliki stok masker itupun jumlahnya sangat terbatas.

“Tadinya ada 20 kotak tapi sekarang tinggal 15 kotak saja, kalau untuk harga memang dari distributornya yang mahal,” ungkap salah seorang pegawai disalah satu apotik diwilayah Karangasem yang enggan namanya dikorankan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama dikonfirmasi menghimbau agar masyarakat Kabupaten Karangasem tidak terlalu panik atau khawatir.

Sejauh ini, dikatakan Putra Pertama di Dinas Kesehatan stok masker masih ada.

“ Stok di gudang farmasi masih ada sekitar 200 ribu masker dan akan didistribusikan ke Puskesmas,” kata Putra Pertama.

Meski demikian, pemakaian masker sendiri untuk efisiensi nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini untuk menjaga stok masker. Pembagian masker akan diperuntukan bagi warga yang sakit atau yang kontak langsung dengan orang sakit. (igs/tim/bpn)