Komandan Jenderal Korps Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI, Mayor Jenderal I Nyoman Cantiasa
Komandan Jenderal Korps Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI, Mayor Jenderal I Nyoman Cantiasa

JAKARTA, balipuspanews.com – Komandan Jenderal Korps Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI, Mayor Jenderal I Nyoman Cantiasa menjadi narasumber dalam diskusi webinar online dengan tema “Youth Leadership” yang diselenggarakan Banjar Bekasi, Sabtu (4/7/2020).

Diskusi juga menghadirkan pembicara lainnya yaitu Direktur Utama Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), Ir. I Wayan Susena serta Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Bali, IGN Arya Wedakrna.

Dalam penjelasannya, Nyoman Cantika berpesan bahwa seorang pemimpin harus mampu berkomunikasi dengan semua lapisan masyarakat, cepat beradaptasi dalam beragam situasi dan kondisi, serta mampu mengenali diri sendiri yaitu dapat menempatkan antara dharma negara dan dharma agama.

“Ada yang bertanya bagaimana tips menjadi pemimpin Hindu terhadap masyarakat yang non Hindu? Kembali kita harus mampu beradaptasi. Tidak bisa kita membawa budaya Bali kemudian kekeh diterapkan di luar Bali,” ucap orang nomor satu di jajaran Kopassus TNI yang bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur itu.

Pemimpin juga harus mampu membuat terobosan. Apalagi kata dia dalam situsi pandemi Covid-19 ini, kepimpinan tidak bisa hanya dilakukan linier saja.

“Kalau linier tidak bisa diselesaikan maka cari jalan keluarnya. Apakah dengan mentor, dari konsultasi, atau mencari talen yang bisa memberi masukan kepada kita untuk menyelesaikan suatu masalah,” imbuhnya.

Cantiasa mengumpamakan bulan sebagai salah satu fenomena alam yang bisa dijadikan inspirasi bagi anak muda untuk menjadi pemimpin.

Kata dia, seorang pemimpin harus seperti bulan. Sebab bulan itu kalau diperhatikan situasinya tenang, artinya pemimpin tidak boleh panik ketika menghadapi masalah.

Selain itu bulan juga memberikan penerangan pada umat dari kegelapan. Pada posisi ini, maka pemimpin harus mempu memberikan wawasan, memberikan arah kapada orang-orang yang dipimpinnya untuk bergerak.

“Komunikasi menjadi sangat penting. Sebab, suatu masalah itu harus diawali dari dialog, dari silaturahmi, kalau sudah ada dialog, ada sharing, pasti ada diskusi. Kalau ada diskusi, pasti ada negosiasi. Isi negosiasi ada yang minta apa, ada yang memberi apa. Kalau sudah ada negosiasi, pasti ada eksekusi,” tegasnya.

Kepada anak muda terutama anak muda Hindu, Cantiasa juga berpesan agar segera membuat perencanaan matang untuk persiapan diri menjadi pemimpin di masa depan.

Desain diri dengan perencanaan. Kalau mau jadi artis, maka harus disiapkan dari sekarang berlatih menyanyi. Juga bagi yang mau jadi penari, harus berlatih menari ke sanggar. Intinya direncanakan sejak dini.

“Jadi pada intinya generasi muda Hindu kalian harus berpikir positif, menyongsong masa depan harus yakin. Kalau berpikir bisa maka sebenarnya kita sudah bisa. Tetapi kalau berpikirnya tidak bisa maka pasti sudah tidak bisa. Saya selalu berpikir positif bahwa saya yakin bisa pasti bisa. Ibarat naik ring. Jangan gentar dulu, hadapi tantangan dan bayang-bayang ketakutan,” tegasnya Jenderal Bintang Dua TNI ini.

Penulis/Editor : Hardianto/Oka Suryawan

Facebook Comments