Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Kepala Desa Amertabhuana, I Wayan Suara Arsana meminta pertanggungjawaban atas peristiwa berdarah penebasan seorang sopir asal Desa Muncan yang dilakukan oleh seorang sopir berasal dari Buleleng di Jalan raya Banjar Dinas Muntig, Desa Amerthabuana, Selat, Karangasem, Selasa (14/08).

Petanggun jawaban yang diminta tersebut adalah berupa “Upakara Pemrayascita atau pembersihan secara niskala untuk wilayah tempat peristiwa berdarah itu terjadi.

Menurut Suara Arsana, hal ini sangat penting lantaran darah korban yang tercecer di lokasi kejadian berada di wilayah Desa Amertabhuana terutama di wilayah Desa Adat Presana tersebut dianggap sebagai “kecuntakan”.

“Kita meminta pertanggung jawaban “Mrayascita” wilayah dengan upakara terhadap tersangka kerena disini Darah yang tercecer itu dianggap “cuntaka”, ” kata Suara Arsana.

Hal serupa juga berlaku diwilayah Kedesaan Amertabhuana lainnya, apabila terjadi peristiwa yang seandainya sampai menimbulkan korban terlebih seperti peristiwa pagi ini maka wajib untuk dilakukan pembersihan secara niskala melalui pamrayascitaan wilayah tersebut. (suar/bpn/tim)

 

 

 

Advertisement

Tinggalkan Komentar...