sewa motor matic murah dibali

GIANYAR, Balipuspanews.com – Kiprah koperasi (KSU) Banjar Peninjoan, Batuan, Sukawati bisa dikatakan apik. Perjalanannya dari 2004, dengan modal Rp 31 juta hingga kini berhasil mencetak modal hingga Rp 2,5 milyar lebih, dengan memiliki aset senilai hampir Rp 7 milyar lebih.

Hal itu dikatakan Ketua Koperasi KSU Peninjoan Ketut Rai Mahajoni saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-15 Koperasi Peninjoan di Wantilan Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Sukawati, Minggu (18/8/2019) petang.

Ketut Rai mengatakan, perkembangan koperasi Peninjoan cukup bagus, dan bahkan salah satu yang terbaik, jika dilihat dari antar banjar yang ada di Kabupaten Gianyar. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik, bahu membahu antar warga, baik pengurus, dan anggota koperasi.

“Selanjutnya kami hendak perluas pangsa pasar. Beberapa inovasi kami kembangkan. Salah satunya, menggandeng BPD untuk meluncurkan layanan internet banking, yang mencakup pembayaran listrik, samsat, air, dll untuk warga,”katanya.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Gianyar Dewa Putu Mahayasa menyambut baik langkah strategis yang diambil oleh koperasi Peninjoan sebagai pilar ekonomi dan pembangunan khususnya di Desa Batuan. Dia juga mengingatkan para warga untuk selalu mengkritisi laporan kinerja pengurus. Dan memenuhi hak dan kewajiban sebagai anggota.

“Sepintar apapun pengurus, tanpa dukungan anggota, saya pastikan koperasi tidak akan jalan. Begitu juga sebaliknya. Pengurus wajib memberikan pelayanan terbaik. Dari kita untuk kita,”ucapnya.

Dewa Mahayasa berharap, semua masyarakat memanfaatkan momentum sebaik-baiknya. Perkembangan globalisasi, paradigma baru, harus mengikuti situasi. Semoga  koperasi Peninjoan semakin besar, dan dapat memberi teladan untuk koperasi lainnya di Gianyar yng masih dalam tahap berkembang.

“Saat ini terdapat 1.222 koperasi di Gianyar, memang dari kuantitas terhitung banyak. Namun, secara kualitas, perlu disikapi lebih maksimal lagi. Tiga langkah yang diambil Pemkab saat ini mencakup reorientasi,

rehabilitasi yaitu penguatan sistem database, dan terakhir pengembangan koperasi untuk tingkatkan kapasitas sebagai badan usaha masyarakat yang kuat dan sehat,”pungkas Dewa Mahayasa.(catur/bpn/tim).