Keterangan Foto : Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Camat Densel, Wayan Budha, Kepala Desa Sanur Kauh, Made Ada serta OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar saat membuka Sanur International Kite Festival di Pantai Mertasari, pada Sabtu (17/8)
Keterangan Foto : Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Camat Densel, Wayan Budha, Kepala Desa Sanur Kauh, Made Ada serta OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar saat membuka Sanur International Kite Festival di Pantai Mertasari, pada Sabtu (17/8)
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com-Sanur International Kite Festival kini kembali digelar di Pantai Mertasari, Sanur dan dibuka langsung Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra pada Sabtu (17/8) didampingi Camat Densel, Wayan Budha, Kepala Desa Sanur Kauh, Made Ada serta OPD terkait lainnya di lingkungan Pemkot Denpasar.

 

Sejak sore hari antusias para peserta Sanur International Kite Festival bersiap untuk menerbangkan layangannya. Lomba kali ini dibuka Walikota Rai Mantra ditandai dengan ikut serta menerbangkan salah satu layangan saat lomba dimulai. Walau cuaca panas, tidak mempengaruhi semangat para peserta untuk memainkan layangan serta gemuruh sorak-sorak para Rare Angon (penghobi layangan) ditambah lantunan gambelan rindik dari sekeha rindik Sanggar Maruta yang mengiringi para peserta lomba layangan ini.

 

Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan lomba layang-layang merupakan salah satu bentuk kreatifitas yang membutuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan tim. Kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan dan dipertahankan sebagai suatu wadah untuk melestarikan kebudayan itu sendiri, ujarnya. “Layang-layang merupakan salah satu atraksi budaya yang sudah ada sejak dulu. Diharapkan kegiatan ini terus dilaksanakan agar dapat mewadahi inspirasi dan ide-ide kreatif para undagi serta pecinta layangan di Bali dan khususnya yang ada di Kota Denpasar,”ujar Rai Mantra.

 

Sementara Ketua Panitia Sanur Kite Festival, Kadek Dwi Armika saat diwawancara disela-sela kegiatan mengatakan Sanur Kite Festival ini dimulai dari tanggal 15 – 18 Agustus 2019, yang diawali dengan Nasional dan Internasional Kite Festival, workshop dan pengajaran untuk anak-anak sekolah. Sedangkan untuk pagi tanggal 17 dan 18 Agustus dilaksanakan terbang bersama Nasional dan Internasional kreatif kite kontes lalu dilanjutkan lomba layang-layang lokal Bali yang diikuti sebanyak 636 peserta dari seluruh Bali, untuk malam hari mulai pukul 19.00 – 21.00 Wita dilaksanakan terbang malam untuk peserta nasional dan internasional yang bertajuk “Dharmaning Gesing” yang berarti memuliakan bambu dan diiringi musik tradisional rindik dan dalang cilik dari sekeha rindik Sanggar Maruti. Untuk hari terakhir pada tanggal 18 Agustus ini diikuti sebanyak sekitar 760 peserta, Ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, untuk peserta nasional diikuti dari berbagai daerah di Indonesia antara lain Jakarta, Bandung, Pangamdaran, Cilacap, Surabaya, Blitar, Bandung, Ponorogo dan berbagai daerah lainnya. Sementara untuk Internasional diikuti dari 23 negara yaitu Colombia, Australia, Italy, Jerman, Francis, Thailand, Philipina, dan lainnya dengan membawa layangan khas daerahnya tersendiri, Ujar Dwi Armika. “Kami berharap dengan mempertemukan pelayang lokal, nasional dan pelayang internasional ini dapat menambah kreatifitas dan inspirasi baru bagi para undagi untuk mengembangkan kontruksi layang-layang lokal dengan tanpa merubah nilai-nilai budaya dari layang-layang lokal tersebut”ungkap Dwi Armika, (rls/bpn).