Komunitas Seni Saptana Jagaraga saat berbagi kepada para seniman se-Desa Sigapadu, Minggu (24/5).
Komunitas Seni Saptana Jagaraga saat berbagi kepada para seniman se-Desa Sigapadu, Minggu (24/5).

GIANYAR, balipuspanews.com – Beberapa bulan pandemi telah dirasakan semua lapisan masyarakat yang berdampak pada dampak sosial, ekonomi, kesehatan dan pariwisata maupun seni dan budaya akibat Covid-19 yang menyasar dunia, Indonesia maupun di pulau Bali.

Dari dampak tersebut, membuat kalangan seniman muda komunitas seni Saptana Jagaraga ini cukup kelimpungan. Mengapa demikian? Komunitas yang beranggota dengan pendapatan kerja di bidang seni pertunjukan, seni rupa hingga fhasion ini cukup membuat ekonomi drop. Hingga komunitas ini memiliki gagasan berbagi “dari kita untuk kita dan para seniman tua”.

Kumpulan seniman muda yang berkumpul dalam wadah komunitas seni pertunjukan “Sanggar Saptana Jagaraga”, Singapadu, Gianyar turut berbagi dalam masa pandemi Covid-19 dengan memberikan bantuan sembako kepada para seniman tua atau maestro, sepuh maupun yang terdampak, Minggu (24/5).

I Wayan Kariyana. S. Pd selaku kordinator Komonitas Seni Saptana Jagaraga mengatakan pihaknya telah melakukan upaya dengan berkordinasi dengan pembina dan anggota bahwa pandemi covid-19 sangat merogoti ekonomi anggota maupun para seniman, sehingga sepakat untuk melakukan pembagian sembako kepada para seniman se-Desa Singapadu.

“Kita memberikan bantuan kepada seniman-seniman tua yang berada di Singapadu, yang murni menggunakan uang kas yang kita peroleh dari honor pementasan ivent-ivent yang selama ini kita peroleh baik di acara ivent partai, pemerintahan dan hotel-hotel,” jelasnya.

Adapun bantuan sembako yang berjumlah 90 paket ini berupa beras, telur dan mie instan. Pun jumlahnya sedikit, namun tidak mengurangi makna tulus iklas dan kebersamaan para anggota komunitas ini.

“Saya berterima kasih kepada adik-adik seniman muda ini bisa berbagi sesama dan kepada pembina seni bahkan sampai ke seniman tua yang berda di desa Singapadu, sedikit atau banyak sembako yang diberikan, yang penting ada jiwa kebersamaan dan kepedulian terhadap orang tua yang pernah mengajari kita seni hingga sampai sangat ini kita jadi orang,” ujar I Wayan Darya selaku ketua Umum komunitas seni Saptana Jagaraga.

Darya menyebut, pihaknya berterimakasih kepada masyarakat atas dukungan kepada komunitas Saptana Jagaraga ini, sehingga dapat terus berkontribusi baik di dalam karya seni maupun berbagai kepada sesama.

Hal senada juga disampaikan Ketut Tama, selaku seniman kedang, merasa bersyukur atas niat dari anak anak muda ini yang sangat mulia sekali dan peduli terhadap para seniman-seniman sepuh di Desa Singapadu ini di tengah pandemi Covid-19.

“Saya selaku seniman tua dan sekaligus pembina mengucapkan banyak banyak berterimakasih, banyak sedikit sembako ini yang penting niat iklas dan ingat pada orang yang membutuhkan”. Ujar seniman yang ahli dalam kendang palegongan ini.

Untuk diketahui, bantuan sembako yang diberikan oleh Komunitas Saptana Jagaraga kepada 15 seniman, beberapa diantaranya kepada maestro kendang, maestro patung, seniman arja, dan maestro bapang barong.

Penulis/editor: budiarta/artayasa