Gubernur Koster
Gubernur Koster

DENPASAR, balipuspanews.com – Pada hari Kamis (2/4/2020) Gubernur  Bali, Wayan Koster mengeluarkan instruksi kepada kepada jajaran terkait lainya untuk memperkuat penanganan COVID -19 pasca Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19, tanggal 31 Maret 2020.

Sesuai dengan surat instruksi Gubernur Bali nomor 8551 tahun 2020 tentang penguatan pencegahan dan penanganan COVID -19 yang ditandatangi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster adapun instruksinya memperkuat pembatasan warga beraktivitas di luar rumah dengan belajar di rumah.

Kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar
sampai dengan pendidikan tinggi dilaksanakan di rumah dengan
menggunakan media pembelajaran secara daring/online.

Selanjutnya bekerja di rumah yakni penyelenggaraan administrasi pemerintahan oleh para pegawai
diupayakan dilaksanakan dari rumah, kecuali yang berkaitan dengan
pelayanan publik secara langsung.

Kegiatan bisnis/swasta diupayakan dilaksanakan dari rumah kecuali
untuk kegiatan yang memberikan pelayanan secara langsung.

Kemudian juga ditegaskan beribadah di rumah.

Memperkuat pembatasan kegiatan keramaian dan obyek wisata dengan
menutup operasional obyek wisata; menutup operasional hiburan malam;
meniadakan kegiatan keramaian dan/atau hiburan, termasuk tajen dan meniadakan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang.

Memperkuat pembatasan kegiatan adat dan agama, dengan melaksanakan
kegiatan adat dan agama agar dilaksanakan di rumah. Dalam hal kegiatan adat dan agama harus dilakukan di luar rumah, hanya melibatkan paling banyak 25 (dua puluh lima) orang, dengan menerapkan Jaga Jarak Fisik, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Memperkuat pembatasan masyarakat melakukan perjalanan ke luar dan/atau
masuk ke Bali dengan perjalanan ke luar dan/atau masuk ke Bali hanya dapat dilakukan apabila terdapat keperluan yang sangat mendesak atau warga negara asing yang akan kembali ke negaranya.

Pembatasan ini tidak berlaku bagi angkutan logistik, keperluan penanganan
kesehatan, penanganan keamanan, dan tugas resmi dari Pemerintah Pusat
dan Pemerintah Daerah.

Kepada Otoritas Bandara dan Otoritas Pelabuhan agar meningkatkan pengawasan danseleksi secara ketat terhadap perlintasan orang dan/atau penumpang sesuai protokol pintu masuk.

Kepada Bupati/Walikota se-Bali agar melakukan koordinasi dan sinergi dengan
aparat keamanan setempat agar Instruksi ini berjalan secara efektif.

Memohon kepada masyarakat Bali untuk melaksanakan Instruksi ini dengan tertib
dan disiplin serta penuh rasa tanggung jawab.

“Saya memohon dengan hormat kepada warga Bali yang tinggal di luar Bali, selama
masih ada Pandemi COVID-19 agar tidak pulang ke Bali,” ujar Koster.

Sebaiknya bersabar dengan tetap berada di wilayah domisili masing-masing, secara
maksimal mencegah penyebaran COVID-19 demi keselamatan Kita bersama.

“Saya mohon agar selalu mengikuti arahan Bapak Presiden dan Pemerintah Daerah
setempat dengan tertib dan disiplin.
Saya mengajak semuanya, terus berdoa dengan cara dan keyakinan masing-masing
memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar Pandemi ini segera berakhir,” jelas Gubernur Koster.

Instruksi itu disampaikan kepada Bupati/Walikota se-Bali; Parisada Hindu Dharma Indonesia se-Bali; Majelis Desa Adat se-Bali; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII; Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV; Kepala KSOP Benoa; Kepala KSOP Gilimanuk; Kepala KSOP Padang Bai; Kepala KSOP Celukan Bawang; Kepala Balai Penyelenggaraan Transportasi Darat Wilayah XII.(art/BPN/tim)

Facebook Comments