Data Pemilik Lahan Jalan Tol Mengwi – Gilimanuk Masih Amburadul

Konsultasi publik tahap dua yang digelar di beberapa tempat beberapa waktu lalu.
Konsultasi publik tahap dua yang digelar di beberapa tempat beberapa waktu lalu.

JEMBRANA, balipuspanews.com-Rencana pembangunan jalan tol Mengwi – Gilimanuk masih menemui masalah. Dalam konsultasi publik tahap dua yang digelar selama tiga hari mulai Selasa (18/1/2022) di beberapa tempat, data pemilik lahan yang terkena jalur masih amburadul.

Ada warga yang tanahnya tidak terkena jalur tol namanya muncul. Sebaliknya, warga yang tanahnya terkena jalur jalan tol tidak mendapat undangan.

Amburadulnya data pemilik lahan yang terkena jalur tol itu membuat warga maupun pemilik lahan kebingungan.

Perebekel Desa Penyaringan I Made Dresta Rabu (19/1/2022) mengatakan, kalau banyak warga di desanya yang tanahnya tidak kena jalur tol mendapat undangan sosialisasi. Ini karena data belum valid sehingga masih tidak jelas.

Baca Juga :  Update Gempa Cianjur: 4 Jenazah Ditemukan, Korban Meninggal Dunia Bertambah 327 Orang

“Kami harap nantinya data lebih vakil sehingga nanti depan warga tidak ribut,” ujarnya.

Perebekel Yehembang Kangin I Gede Suardika juga mengaku bingung karena
banyak nama tidak sesuai dengan pemilik tanah yang akan terkena jalur. Menurutnya hal itu hampir terjadi di semua desa.

“Awal kesalahannya entah itu dari BPN atau dari yang lainnya ini yang masih menjadi pertanyaan,” ujarnya.

Selain itu ada juga satu orang muncul dua undangan. Kemungkinan memang memiliki dua bidang tanah dan keduanya kena jalur atau salah satunya sudah berganti kepemilikan namun datanya belum diperbaharui.

“ ltu yang mempersulit proses sosialisasi/konsultasi,” ujarnya.

Tim Persiapan Pembangunan Jalan Tol I Gede Adiratma saat dikonfirmasi meminta wartawan untuk konfirmasi ke Perwakilan dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Ketut Kariasa.

Baca Juga :  Tali Pengikat Putus, Dua Ekor Sapi Nyasar ke Depan Pura Jagatnatha

Namun Adiatma sempat mengatakan kalau sumber data yang belum valid tersebut dari tim instansi pemohon dalam hal ini Bina Marga dan ada dalam di Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah.

Sebelumnya lahan jalur tol Gilimanuk- Mengwi diambil dari satelit sehingga data tanah warga yang terkena jalur tol tersebut belum valid.

Saat ini hanya tahapan persiapan, untuk tahapan pelaksanaan setelah mendapatkan persetujuan masyarakat, kemudian memulai Penetapan Lokasi (Penlok) melalui SK Gubernur Bali.

Setelah di bentuk tim ketua pelaksana pengadaan tanah, untuk mengidentifikasi dan memverifikasi warga yang tanahnya terkena jalur tol. Setelah penetapan Penlok baru nanti warga yang tanahnya terkena jalur akan didata ulang.

Baca Juga :  Orasi Ilmiah di UBK, Puan Ajak Wisudawan Teruskan Cita-cita Bung Karno Membangun Karakter Bangsa

Penulis : Anom Suardana

Editor : Oka Suryawan