Ida Ayu Ketut Candrawati, S.Sos
Ida Ayu Ketut Candrawati, S.Sos

TABANAN, balipuspanews.com – Kurang dari seminggu lagi atau tepatnya pada rahina Buda Keliwon wuku Dungulan, Rabu (19/2), umat Hindu di Bali termasuk pula di Tabanan akan merayakan hari kemenangan dharma melawan adharma atau hari suci Galungan. Sehari menjelang hari suci Galungan disebut dengan rahina Penampahan Galungan.

Umumnya, pada rahina Penampahan Galungan, semeton Hindu di Bali termasuk pula semeton Hindu di Tabanan membuat berbagai menu makanan berbahan dasar daging babi. Seperti lawar, komoh, tum, sate dan sebagainya.

Sementara sejak beberapa minggu menjelang hari suci Galungan, masyarakat Bali dibuat gelisah dengan mewabahnya virus Africa Swine Fever (ASF). Virus tersebut menyerang ratusan ekor babi hingga menyebabkan banyak babi yang mati secara mendadak.

Lalu bagaimana dampak mewabahnya virus ASF yang menyerang babi terhadap perayaan hari suci Galungan? Mengingat membuat berbagai olahan daging babi pada rahina Penampahan Galungan telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya bagi semeton Hindu di Bali.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Tabanan Ida Ayu Ketut Candrawati, S.Sos., saat dihubungi awak media ini pada Jumat (14/2) mengatakan bahwa memang benar sejak beberapa minggu terakhir ini di Bali khususnya di bumi lumbung beras Tabanan virus ASF telah menyerang pada ratusan ekor babi. Bahkan tidak sedikit babi yang mati secara mendadak.

Menurutnya, merebaknya virus ASF tentu telah mendatangkan dampak kerugian bagi semeton Tabanan. Khususnya kerugian yang dialami para peternak babi. Selain juga kerugian yang dialami pedagang pakan ternak, daging babi dan juga para pelaku usaha kuliner yang menggunakan bahan baku daging babi.

“Ya, saya sudah banyak mendapat laporan dari masyarakat terkait mewabahnya virus ASF yang menyerang babi. Saya sangat prihatin terhadap kasus ini karena telah menimbulkan kerugian disebagian masyarakat, terutama kerugian yang dialami para peternak babi,” ungkapnya.

Politikus perempuan asal Banjar Cau, Desa Tua, Kecamatan Marga yang juga duduk sebagai anggota Komisi IV DPRD Tabanan ini kemudian menyebutkan bahwa ternyata virus ASF yang terjangkit pada babi tidak akan tertular pada manusia. Artinya, daging babi masih tergolong aman untuk dikonsumsi manusia.

“Informasi valid yang saya dapatkan menjelaskan virus ASF tidak tertular pada manusia,” sebutnya.

Dengan demikian lanjut Ketua DPW Mahalayati Bali ini, pada rahina Penampahan Galungan nanti semeton Hindu Bali khususnya semeton Hindu di Tabanan agar tidak ragu-ragu membeli daging babi untuk dibuat berbagai jenis makanan. Tentunya biar dikonsumsi dengan lebih aman, daging babi yang diolah harus dimasak dengan benar dan matang.

“Intinya biar aman dikonsumsi, daging babi harus dimasak dengan benar dan dimasak hingga benar-benar matang,” tutupnya. (Rah/BPN/tim)