Deklarasi Paket Kertha-Maha digelar di Balai Budaya Kabupaten Gianyar
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gianyar, balipuspanews.com – Deklarasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gianyar Tjokorda Raka Kerthyasa dan Pande Istri Maharani Prima Dewi atau Paket Kertha-Maha, digelar di Balai Budaya Kabupaten Gianyar, Selasa. Kegiatan terkait rangkaian pilkada mendatang itu dihadiri lebih dari 2.500 pendukung .

Pendukung sebanyak itu berasal dari tujuh kecamatan di Gianyar. Mereka bangkit dalam pesta demokrasi tahun ini dengan mengambil tema Kesedarhana Dalam Kesempurnaan, ujar Ketua Tim Pemenangan Paket Kertha-Maha Ida Bagus Nyoman Rai, di Gianyar.

Ketua tim pemenangan dalam deklarasi menyampaikan bahwa ada lima partai politik pengusung Paket Kertha-Maha, yakni Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, PKPI dan Nasdem.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar I Made Dauh Wijana dalam orasinya menyebutkan, tiba saatnya Paket Kertha-Maha memimpin Kabupaten Gianyar untuk lima tahun ke depan.

Kertha-Maha lahir tidak direncanakan, melainkan hadir atas kehendak alam yang akan membangkitkan CGT, atau CGT Rebon, kata Dauh Wijana. Paket Kertha-Maha didukung lima parpol dalam wadah Koalisi Gianyar Bangkit (KGB). Lima koalisi ini bisa dikatakan Panca Pendawa, dengan satu kekuatan yang mampu melakukan perlawanan dalam perang Bharata Yudha.

“Dengan mengadirkan para tokoh dengan kinerja yang serius, kami yakin bisa memenangkan pertarungan,” ujarnya.
Pande Maharani dalam kesempatan deklarasi ini mengatakan bahwa dirinya ingin berbuat yang lebih di tempat kelahirannya, Kota Gianyar.

Bersama pasangannya Cok Ibah, Pande Maharani mengatakan, jika terpilih nanti pihaknya akan mengendalikan pemerintahan yang adil, anyar, bersih dan berbudaya.

Sementara calon Bupati Gianyar Cok Ibah menyebutkan, Paket Kertha-Maha telah dipercaya KGB untuk mebawakan visi misi Panca Pandawa dalam kebersamaan CGT Rebon. “Itu menjadi tanggung jawab moral, tidak hanya saat deklarasi kali ini saja, akan tetapi sampai menjadi bupati nanti,” ujarnya, menandaskan.

Menurit dia, perhelatan politik bukan untuk memecah belah persahabatan, melainkan justru harus mampu mempersatukan perbedaan-perbedaan, seperti yang sering dikatakan oleh Presiden Joko Widodo. “Marilah kita berjuang sesuai dengan budaya Bali kita, yakni dengan sikap sopan dan santun,” ujar Cok Ibah.

Tinggalkan Komentar...